nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jasad Perempuan yang Dimutilasi di Malaysia Dipastikan WNI Ai Munawaroh

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 10:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 01 337 2024353 jasad-perempuan-yang-dimutilasi-di-malaysia-dipastikan-wni-ai-munawaroh-SPAOtscXVH.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Polri menyatakan telah mendapatkan informasi terbaru dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM), terkait dengan kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditemukan di Sungai Buloh, Selangor.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa, dari hasil tes DNA PDRM, dinyatakan bahwa salah satu WNI yang dimutilasi identik dengan salah satu korban yakni Ai Munawaroh.

"Polri mendapat kabar bahwa telah keluar hasil tes DNA jenazah perempuan korban pembunuhan di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Hasilnya itu korban positif Ai Munawaroh," kata Dedi, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

 (Baca juga: Polri Gandeng Interpol Usut WNI Korban Mutilasi di Malaysia)

Ai Munawaroh merupakan rekan dari bos tekstil asal Bandung, Nuryanto yang juga menjadi korban dugaan mutilasi. Dari hasil pemeriksaan sidik jari, jasad Nuryanto sendiri sudah terlebih dahulu dipastikan bahwa seorang WNI.

 sd

Meski begitu, Dedi menuturkan Polri menunggu surat resmi dari PDRM terkait hal tersebut. Nantinya, kata Dedi, PDRM akan mengirim surat itu ke Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur.

"Kita tunggu surat resminya. PDRM akan membuat surat resmi, nanti dikirim ke KBRI di sana," ujar Dedi.

 (Baca juga: Ada Potongan Tubuh WNI Korban Mutilasi di Malaysia yang Masih Disimpan Pelaku)

Selain itu, Dedi menyebut, terkait dengan proses pemulangan jenazah, pihaknya masih akan menunggu surat resmi hasil tes DNA dari PDRM. "Tunggu surat dulu," ucap Dedi.

PDRM sudah mengamankan dua warga negara Pakistan yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun, otoritas Malaysia belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus ini.

Sekadar diketahui, Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia akan mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia.

Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

Padahal, pihak keluarga dan penasihat hukum sempat mengonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia, terjadwal korban akan pulang pada 23 Januari 2019.

Alhasil, jenazah yang ditemukan diduga Nuryanto bersama jenazah perempuan yang juga diduga WNI pada tanggal 26 Februari di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini