nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Semarang Tetap Panas Meski Musim Hujan, Ini Penyebabnya

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 512 2024520 cuaca-semarang-tetap-panas-meski-musim-hujan-ini-penyebabnya-G6avn80Gvo.jpg Ilustrasi.

SEMARANG - Cuaca di Kota Semarang mendadak panas beberapa hari terakhir. Padahal di hampir seluruh wilayah di Indonesia saat ini tengah mengalami musim penghujan.

Stasiun Klimatologi Kelas I Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang menyatakan, wilayah pesisir Semarang dan sekitarnya saat ini sedang mengalami fenomena equinox. Fenomena ini muncul akibat pergerakan garis edar matahari dengan gerak semu matahari.

Kasi Data dan Informasi Cuaca Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko, mengatakan fenomena equinox biasanya muncul dua kali dalam setahun.

"Garis edar dengan gerak semu matahari kadang berada di katulistiwa, kadang di utara dan kadang di selatan. Biasanya dimulai saat Mei dan puncaknya ketika tiba bulan Juni, garis edar dan gerak semu matahari berada di sebelah utara. Kemudian bergerak terus ke selatan ketika masuk Juli sampai puncaknya Desember," kata Iis kepada wartawan di Semarang, Kamis (28/2/2019).

Ilustrasi.

Iis menambahkan fenomena equinox atau siklus pergerakan garis matahari biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni saat memasuki bulan Februari dan Oktober. Berkaca pada perubahan suhu udara saat ini, Iis menyebut suhu udara pada Oktober 2018 kemarin, lebih panas daripada sekarang.

"Ketika Oktober tahun lalu suhu udaranya lebih panas ketimbang sekarang. Oktober kemarin itu bisa mencapai 35-38 derajat. Kalau saat ini, suhu udaranya baik siang maupun malam sekitar 33-34,4 derajat Celcius," ujar Iis.

Selain fenomena equinox, perubahan suhu udara, menurut Iis, juga dipengaruhi peralihan musim penghujan menuju kemarau. "Ditambah lagi langit yang sedikit awannya membuat sinar matahari langsung masuk ke bumi. Kemudian keluar lagi dan memantul ke atmosfer saat malam hari tiba," terangnya.

Ia menyarankan masyarakat supaya menjaga kesehatannya selama suhu udara meningkat. Salah satunya dengan memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.

"Terutama saat malam hari agar memperbanyak minum air putih biar tidak gampang terkena dehidrasi,” pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini