nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Gantung Ambrol Diterjang Banjir, 2 Desa Terisolasi

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 22:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 02 510 2025042 jembatan-gantung-ambrol-diterjang-banjir-2-desa-terisolasi-tA9WpWvJ99.jpg Foto Ilustrasi Okezone

KENDAL - Jembatan gantung yang selama ini menghubungkan Desa Sidokumpul dengan Desa Sojomerto ambrol diterjang banjir. Hal ini membuat jalur alternatif utama Kecamatan Patean dengan Kecamatan Gemuh terputus.

Banjir besar yang melanda sungai Blukar bagian atas membawa serta material kayu dan bebatuan dan menggerus pondasi jembatan sehingga ambrol. Akibatnya karena derasnya aliran sungai membuat pondasi sungai hanyut dan jembatan yang dibangun tahun 2004 tersebut hanyut.

Kepala Dusun Cipluk Barat, Satyo mengatakan sungai Blumar meluap hingga alur sungai tak lagi bisa menampung.

"Sungai banjir warga menyaksikan di pinggir sungai jarena saat itu masih belum gelap, pondasi jembatan yang ada di wilayah Dusun Cipluk Barat tidak kuat menahan air dan ambrol lalu hanyut, akibatnya jembatan runtuh satu sisi dan hubungan terputus," kata Satyo.

 sna

Terputusnya jembatan tersebut membuat warga harus menyeberang lewat sungai. Karena jika tidak maka jarak tempuh berjarak 50 Km bahkan lebih.

"Anak-anak sekolah terpaksa menyeberang dengan pengawasan orang tua masing-masing," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu siswa SMPN 3 Gemuh Didik Setiawan harus menyeberang kali Blukar saat berangkat dan pulang sekolah. Siswa kelas 7 ini mengatakan, pagi hari saat berangkat bersama teman-temannya bersama menyeberang sungai karena meski rumah tinggalnya di Kecamatan Patean dirinya berselokah di SMPN 3 Gemuh karena lebih dekat.

"Tadi pagi saat berangkat sekolah menyeberang dan ini pulangnya juga sama, meskipun takut tapi harus diberanikan agar bisa sekolah," ujar Didik.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini