4 Anaknya Nyaleg di PAN, Amien Rais Disindir PDIP

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 02 Maret 2019 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 02 606 2024918 4-anaknya-nyaleg-di-pan-amien-rais-disindir-pdip-vdnEzGArMi.jpg Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Okezone)

LAMPUNG - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyindir tokoh reformasi yang berupaya melanggengkan nepotisme di dalam partai politik. Di antaranya adalah pencalonan keempat anaknya sebagai caleg di PAN.

Keempat anak Amien Rais itu adalah Ahmad Hanafi Rais (caleg DPR RI), Hanum Salsabiela Rais (caleg DPRD DIY), Ahmad Mumtaz Rais (caleg DPR RI) dan Ahmad Baihaqy Rais (caleg DPRD DIY). Amien sendiri di PAN menduduk posisi Ketua Dewan Kehormatan. 

"Ada tokoh reformasi yang dulu getol tolak nepotisme, eh sekarang empat anaknya menjadi caleg di partainya tersebut. Nepotisme dia lenggangkan, maka dia dukung Prabowo-Sandi. Siapa itu? Tahu semuanya," kata Hasto saat Safari Kebangsaan IX Lampung, Jumat 1 Maret 2019 malam.

(Baca Juga: 9 Anak Kena DBD, Caleg Perindo Langsung 'Asapi' Permukiman di Kediri)

Tokoh reformasi itu dahulu menggembar-gemborkan anti-nepotisme. Namun, saat ini justru menikmati hidup di partai politik. Menurut Hasto, di PDIP dibatasi satu orang keluarga hanya bisa mencalonkan diri di partai yang sama maksimal dua orang.

"Itu pun tidak boleh satu tingkatan dan dapil yang sama. Kita memegang teguh semangat itu," ujar Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut.

Amien Rais

Hasto menambahkan, PDIP juga konsisten memberi sanksi tegas terhadap kadernya yang melakukan tindak pidana korupsi. Bila ada kadernya yang melakukan perbuatan tersebut, dipastikan bakal langsung dipecat.

"Termasuk kolusi," tuturnya.

(Baca Juga: Pidato Politik AHY Singgung Sebab-musabab Pemecah Belah Bangsa

Hasto kemudian menyoroti langkah Amien Rais yang ikut "menggeruduk" Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Forum Umat Islam (FUI). Menurut dia, pernyataan yang disampaikan Amien Rais sangat berbahaya dan bertendensi mendelegitimasi penyelenggara pemilu.

"Bapak Amien Rais melakukan upaya yang menurut saya sangat berbahaya disampaikan oleh seorang tokoh yaitu delegitimasi KPU dengan mengatakan akan terjadi kecurangan-kecurangan dan kecurangan. Padahal, PDIP yang sejak dulu paling getol bagaimana agar DPT diperbaiki, penyelenggara pemilu netral, alat negara tidak boleh digunakan karena kita punya pengalaman buruk di masa lalu terutama pada tahun 2004 atau 2009," tuturnya.

"Karena itu ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan kita tidak ingin menggunakan cara-cara yang tidak benar. Kekuasaan harus dipakai untuk rakyat," kata Hasto.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini