"Akhirnya mereka sadar, bahwa kepemilikan senjata dan munisi melanggar Undang-undang, sehingga beberapa warga pun menyerahkan senjata dan munisi yang selama ini mereka simpan," ungkapnya.
"Warga sekitar Pos Ninulat secara sukarela menyerahkan 1 pucuk senjata Springfield karena mengapresiasi program belajar mengajar yang dilakukan anggota Pos,’’ ujarnya.
Sementara di Mako Satgas warga menyerahkan 1 pucuk senjata Springfield dan 2 buah magazen, serta 149 butir munisi campuran, Pos Auren menerima 529 butir Munisi 7,62 mm. Kedua wilayah tersebut kita lakukan bedah rumah bagi warga yang tidak mampu ,’’ jelasnya.

Untuk diketahui bahwa 2 pucuk senjata jenis Springfield yang diterimanya tersebut merupakan salah satu jenis senjata buatan Amerika serikat yang biasanya digunakan oleh petembak sniper serta senjata ini diklaim menjadi salah satu andalan senjata yang digunakan pada perang dunia pertama.