nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Tak Ingin Penangkapan Robertus Robet Dikaitkan dengan Pilpres

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 09:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 09 337 2027741 dpr-tak-ingin-penangkapan-robertus-robet-dikaitkan-dengan-pilpres-NRSs72X5B0.jpg Robertus Robet usai diperiksa polisi. (Foto: Ist)

JAKARTA – Komisi Pertahanan DPR RI menilai penangkapan dosen sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet oleh kepolisian sangat berlebihan. Robet ditangkap polisi karena dituduh melakukan penghinaan terhadap institusi TNI dalam orasinya yang memelesetkan mars ABRI.

"Penangkapan terhadap aktivis Robertus Robet menurut saya berlebihan. Apalagi sudah dijelaskan oleh Robert bahwa lagu yang dinyanyikan bukan ditujukan kepada institusi TNI hari ini, tetapi kepada kebijakan rezim militer Soeharto di masa yang lalu," kata anggota Komisi Pertahanan DPR RI, Charles Honoris, saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (9/3/2019).

(Baca juga: Wacana Dwifungsi TNI hingga Penangkapan Robert, Ini Tanggapan Yusril Ihza)

Ia mengatakan, sepengetahuannya lagu tersebut kerap menghiasi demonstrasi prodemokrasi di era transisi saat rezim Orde Baru tumbang. Apalagi, orasi yang disampaikan Robert berkaitan dengan wacana dwifungsi ABRI yang sedang menghangat lagi.

"Saya juga berharap semua pihak bisa melihat kasus ini secara objektif dalam kerangka menjaga nilai-nilai demokrasi, jangan ada yang mengait-kaitkan dengan politik praktis atau pilpres," jelasnya.

Dosen sosiolog UNJ Robertus Robet. (Foto: Youtube)

Kendati demikian, politikus PDIP ini menilai wacana revisi Undang-Undang TNI tentang penempatan perwira TNI di institusi nonmiliter memang memicu kekhawatiran di berbagai kalangan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang trauma terhadap praktik dwifungsi tersebut.

"Masih banyak masyarakat yang trauma terhadap kebijakan dwifungsi ABRI di era otoriter pemerintahan Suharto. Sehingga, wajar apabila ada penolakan terhadap wacana tersebut," jelas Charles.

(Baca juga: TNI Jadikan Kasus Robertus Robet sebagai Masukan untuk Membangun Public Trust)

Sebagaimana diberitakan, Robertus Robet telah dipulangkan pihak kepolisian setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Siber Bareskrim Polri. Ia dipulangkan setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi karena dituduh melakukan penghinaan terhadap institusi TNI.

Meski dipulangkan, penyelidikan terhadap Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR) itu tetap dilakukan polisi. Ia juga sewaktu-waktu bisa kembali dipanggil untuk melengkapi berkas perkara.

Adapun pemulangan Robet dilakukan karena merujuk Pasal 207 KUHP yang telah ditetapkan kepada dirinya dengan ancaman 1 tahun 6 bulan. Dikarenakan ancaman hukumannya di bawah lima tahun maka yang bersangkutan tidak harus ditahan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini