JAKARTA – Komisi Pertahanan DPR RI menilai penangkapan dosen sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet oleh kepolisian sangat berlebihan. Robet ditangkap polisi karena dituduh melakukan penghinaan terhadap institusi TNI dalam orasinya yang memelesetkan mars ABRI.
"Penangkapan terhadap aktivis Robertus Robet menurut saya berlebihan. Apalagi sudah dijelaskan oleh Robert bahwa lagu yang dinyanyikan bukan ditujukan kepada institusi TNI hari ini, tetapi kepada kebijakan rezim militer Soeharto di masa yang lalu," kata anggota Komisi Pertahanan DPR RI, Charles Honoris, saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (9/3/2019).
(Baca juga: Wacana Dwifungsi TNI hingga Penangkapan Robert, Ini Tanggapan Yusril Ihza)
Ia mengatakan, sepengetahuannya lagu tersebut kerap menghiasi demonstrasi prodemokrasi di era transisi saat rezim Orde Baru tumbang. Apalagi, orasi yang disampaikan Robert berkaitan dengan wacana dwifungsi ABRI yang sedang menghangat lagi.