nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Pejabat Kemenpora

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 12 337 2029000 kpk-kembali-perpanjang-masa-penahanan-pejabat-kemenpora-MMjpIKBwHB.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan para pejabat Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang ‎terjerat dalam kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Para pejabat Kemenpora tersebut yakni, ‎Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET). Ketiganya diperpanjang selama 30 hari ke depan.

"Perpanjangan penahanan yang kedua selama 30 hari dimulai tanggal 19 maret 2019 sampai 17 april 2019 untuk 3 tersangka tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Sejauh ini, ‎KPK baru menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Dua petinggi KONI yakni, Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy‎ sendiri telah didakwa oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Keduanya didakwa telah menyuap pejabat Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Gedung KPK

Pejabat Kemenpora yang diduga menerima suap dari dua petinggi KONI itu yakni, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Adhi Purnomo serta seorang staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Kedua petinggi KONI tersebut menyuap pejabat Kemenpora dengan tujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI.

Johny dan Ending didakwa menyuap pejabat Kemenpora dengan memberikan satu unit Toyota Fortuner hitam, uang Rp300 juta, kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp100 juta, serta Ponsel merek Samsung Galaxy Note 9.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini