nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sampah Menumpuk, Kondisi Situ Perigi di Tangsel Kian Memprihatinkan

Hambali, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 04:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 12 338 2028700 sampah-menumpuk-kondisi-situ-perigi-di-tangsel-kian-memprihatinkan-6BLid0XrYC.jpg Tumpukan sampah di tepian Situ Perigi Tangsel. (Foto : Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Timbunan sampah tampak memenuhi hampir sebagian permukaan Situ Perigi yang terletak di Kelurahan Perigi Lama, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Kondisi air yang menyurut ditambah menumpuknya berbagai jenis sampah membuat situ seluas sekira 7 hektare itu kini bak menjadi kubangan sampah.

Berdasarkan pantauan Okezone pada Senin (11/3/2019) sore, terlihat tumpukan sampah seolah dibiarkan menggunung di sisi tepian situ. Di atas permukaan situ, kondisinya juga tak jauh berbeda. Sampah plastik, kain, dan kaleng menutup permukaan situ hingga mengubah airnya menjadi keruh.

Sampah menumpuk di Situ Perigi Tangsel. (Foto : Hambali)

Beberapa warga yang ditemui di lokasi menyebutkan, sampah sudah cukup lama menumpuk di lokasi. Sampah-sampah itu mengalir dari sejumlah pemukiman, dan berakhir di Situ Perigi. Bahkan parahnya lagi, sampah-sampah kini telah menebar aroma busuk.

"Ini sudah lama, kotor. Sampahnya pada numpuk, sampai pada kering. Jadi ikan saja banyak yang mati karena situ jadi kotor. Dulu kalau mancing dapat ikannya banyak, sekarang tinggal sedikit," tutur Riadi (43), salah satu pemancing di Situ Perigi.

Sampah menumpuk di Situ Perigi Tangsel. (Foto : Hambali)

Sejatinya, Situ Perigi pernah mengalami normalisasi. Bahkan beberapa kali sempat pula dilakukan aksi bersih-bersih sampah secara mandiri oleh masyarakat, polisi, TNI dan komunitas. Namun lagi-lagi, sampah tetap “menutupi” permukaan Situ Perigi.

"Dulu kita pernah ada bersih-bersih bareng di sini, tapi enggak lama setelah itu ya tetap penuh sama sampah lagi," ucap Riadi.

Sampah menumpuk di Situ Perigi Tangsel. (Foto : Hambali)

Untuk pengelolaan Situ Perigi, tentu harus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Namun tanggung jawab dalam pemeliharaan dan pengawasan, harusnya bisa dikendalikan Pemerintah Kota Tangsel melalui dinas terkait.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini