Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polusi Udara Lebih Banyak Menyebabkan Kematian Dibanding Rokok

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Rabu, 13 Maret 2019 |15:54 WIB
Polusi Udara Lebih Banyak Menyebabkan Kematian Dibanding Rokok
Ilustrasi Foto/Reuters
A
A
A

"Ketika kita menggunakan energi bersih dan terbarukan, kita tidak hanya memenuhi Persetujuan Paris (Konverensi Perubahan Iklim-red) untuk mengurangi dampak perubahan iklim, kita juga bisa mengurangi tingkat kematian terkait polusi udara di Eropa hingga 55 persen."

Foto/Reuters

Penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal, berfokus pada ozon dan partikel polusi terkecil, yang dikenal sebagai PM2.5, yang sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menembus ke dalam paru-paru dan bahkan mungkin dapat masuk ke dalam darah.

Para peneliti mengatakan data baru menunjukkan dampak kesehatan berbahaya akibat PM2.5.

Baca: 5 Hal Pertanda Sudah Terlalu Banyak Terpapar Polusi Udara

 BacaTaj Mahal Berubah Warna Akibat Polusi Udara

Mereka mendesak pengurangan batas atas untuk PM2.5 di Uni Eropa, yang saat ini ditetapkan pada 25 mikrogram per meter kubik, 2,5 kali lebih tinggi dari standar WHO.

"Di Eropa, nilai maksimum yang diizinkan ... terlalu tinggi," kata Lelieveld dan penulis bersama Prof. Thomas Munzel, dari Departemen Kardiologi University Medical Center Mainz di Jerman, dalam sebuah pernyataan bersama.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement