Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polusi Udara Lebih Banyak Menyebabkan Kematian Dibanding Rokok

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Rabu, 13 Maret 2019 |15:54 WIB
Polusi Udara Lebih Banyak Menyebabkan Kematian Dibanding Rokok
Ilustrasi Foto/Reuters
A
A
A

Dalam laman Greenpeace menyatakan, konsentrasi rata-rata tahunan PM2,5 pada tahun 2018 di Jakarta sangat buruk, di mana Jakarta Selatan mencapai 42.2 dan Jakarta Pusat mencapai 37,5.

Artinya kualitas di Jakarta mencapai empat kali lipat di atas batas aman menurut standar WHO.

Foto/Okezone

Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi yang beraktifitas di Jakarta setiap harinya menyebabkan kualitas udara menjadi buruk.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) M S Karliansyah membantah temuan Greenpeace.

“Kami punya alat pemantau kualitas udara dan hasil pemantauan alat kami memperlihatkan kualitas udara Jakarta cukup baik. Karena itu laporan Greenpeace yang menyebut kualitas udara Jakarta terburuk se-Asia Tenggara, tidak tepat,” kata Karliansyah dalam sebuah pernyataan.

(Rachmat Fahzry)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement