nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan PRT yang Bekap Bayinya hingga Tewas di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 13 338 2029531 ini-alasan-prt-yang-bekap-bayinya-hingga-tewas-di-tangsel-FDSUsYxhE7.jpg Foto: Hambali/Okezone

TANGSEL - R (18), Gadis yang masih berusia di bawah umur itu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum. Dia dengan sengaja membekap bayinya yang baru dilahirkan hingga tewas.

Perbuatan itu dilakukannya di kamar tempatnya bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), di Perumahan Urbana Place, Jalan Merpati Raya RT01 RW01, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin 4 Maret 2019.

Saat proses melahirkan, usia kandungan R telah memasuki 9 bulan. Tak ada bantuan ahli medis saat itu, begitu lahir dia pun bergegas mencari cara agar persalinannya tak diketahui oleh sang majikan.

"Proses melahirkannya di dalam kamar, tanpa dibantu oleh petugas medis manapun. Benar-benar dilakukan seorang diri," kata AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel, Rabu (13/3/2019).

 sdd

Dijelaskan Alex, tersangka lantas mengambil kain bermotif batik lalu membekapkannya ke wajah sang bayi. Setelah tewas, R pun memasukkan jasad darah dagingnya itu ke dalam kantung plastik berwarna merah, lalu membuangnya ke bak sampah yang tak jauh dari rumah.

"Begitu lahir langsung dibekap menggunakan kain, ditekan di bawah lantai. Alasan tersangka membuangnya ke tempat sampah yang tak jauh dari rumah majikannya, dikarenakan tersangka ini masih lemas, dan belum bisa pergi mencari lokasi yang lebih jauh," jelas Alex.

Peristiwa baru terungkap, setelah dua orang saksi yang merupakan petugas kebersihan datang mengambil sampah di Perumahan Urbana Place. Mereka curiga dengan kantung plastik warna merah yang mengeluarkan bau busuk.

Begitu kantung plastik dibuka, kedua petugas kebersihan sontak terperanjat melihat isinya yang merupakan jasad bayi. Kemudian hal itu dlaporkan ke pihak sekuriti perumahan, lalu dilanjutkan dengan menghubungi kantor polisi.

"Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya diketahui bahwa ada seorang asisten rumah tangga yang tinggal di salah satu rumah dekat penemuan bayi sedang di rawat di Rumah Sakit Fatmawati, karena alasan pendarahan," sambungnya.

 sd

Setelah dimintai keterangan, akhirnya R pun mengakui bahwa bayi yang dibuang di tempat sampah adalah darah dagingnya. Dia terpaksa menghabisi nyawanya, lantaran malu karena hamil di luar nikah.

"Motifnya tersangka malu karena bayi itu dihasilkan dari perbuatan di luar nikah. Pasangan atau bapak biologis dari bayi ini ternyata juga masih berusia di bawah umur, keduanya melakukan hubungan itu di suatu wilayah di Jawa Barat," ungkap Alex.

Dipaparkan Alex, pihak majikan tak menaruh rasa curiga dengan kondisi R yang sedang berbadan dua itu. Pasalnya, R menutupi perawakan tubuhnya yang tak terlalu gemuk dengan mengenakan pakain besar.

"Tersangka ini baru satu minggu bekerja di rumah itu. Tapi tersangka bisa menutupi badannya yang dalam kondisi hamil, hingga tidak mengundang kecurigaan," ucap Alex.

Atas perbuatannya, R dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini