nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jerman Tolak Analisis, Kotak Hitam Boeing 737 MAX 8 yang Jatuh di Ethiopia Dibawa ke Prancis

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 20:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 14 18 2030143 jerman-tolak-analisis-kotak-hitam-boeing-737-max-8-yang-jatuh-di-ethiopia-dibawa-ke-prancis-jzgbmvJlB1.jpg Seorang pria melihat puing pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Ethiopia. Foto/Reuters

ADDIS ABABA – Maskapai Ethiopian Airlines mengatakan kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 yang jatuh di Ethiopia hingga menewaskan 157 penumpang dan awaknya, dibawa ke Paris setelah Jerman menolak untuk menganalisis.

"Delegasi Ethiopia yang dipimpin oleh Biro Investigasi Kecelakaan (AIB) telah menerbangkan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ke Paris, Prancis untuk diselidiki," tulis maskapai itu di Twitter.

Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Federal (BFU) Jerman mengatakan bahwa pihaknya menolak menganalisis karena kotak hitam pesawat itu termasuk jenis baru.

“Ini adalah jenis pesawat dengan kotak hitam jenis baru, dengan perangkat lunak baru. Kami tidak bisa melakukannya," kata juru bicara BFU Germout Freitag mengutip Reuters, Kamis (14/3/2019).

BacaImbas Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh, Boeing Diminta Ubah Desain 737 Max 8

BacaRespons Garuda Sikapi Larangan Terbang Pesawat Boeing 737 Max 8

Chief executive officer dari Ethiopian Airlines, Tewolde GebreMariam mengatakan bahwa kotak hitam sengaja dikirim ke Eropa karena lebih dekat daripada ke Amerika Serikat—asal perusahaan Boeing yang memproduksi pesawat MAX 8.

Foto/Reuters

Kotak hitam akan tiba di Paris untuk analisis pada Kamis pagi waktu setempat.

Badan pemerintah Prancis yang bertugas menyelidiki kecelakaan penerbangan (BEA) adalah salah komisi keselamatan penerbangan yang aktif di dunia. BEA bersama National Safety Board Amerika Serikat memiliki laboratorium di kantor pusat Le Bourget.

Seorang juru bicara BEA mengatakan mereka tidak akan mengumumkan hasilnya. "Hanya otoritas Ethiopia yang akan melaporkan kemajuan penyelidikan. Tidak akan ada konferensi pers," kata juru bicara BEA kepada CNN menyitir Gulf News.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini