nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Buru Caleg PKS yang Tersandung Kasus Pencabulan Anak Kandung

Rus Akbar, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 01:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 14 340 2030182 polisi-buru-caleg-pks-yang-tersandung-kasus-pencabulan-anak-kandung-ef9E4kBsRl.jpg Ilustrasi.

PADANG - Setelah mendengar keterangan saksi korban, polisi akhirnya mengetahui kepastian kasus pencabulan terhadap CA (17) oleh ayah kandungnya, AH seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejatera (PKS) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Diketahui, pencabulan bukan saat korban berusia tiga tahun, melainkan 10 tahun.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso menjelaskan, korban dicabuli sejak duduk di bangku kelas 3 SD. "Jadi bukan di usia 3 tahun, tapi ketika menempuh pendidikan di kelas 3 SD, saat itu usia korban 10 tahun. Kalau 3 tahun memang masih kecil, " ujarnya, Kamis (14/3/2019)

Korban sudah tidak ingat lagi sudah berapa kali tersangka AH melakukan tindakan asusila tersebut. “Namun informasi kita gali dari korban pencabulan itu terjadi ketika di Tahun 2011. Terkait telah berapa kali tersangka melakukan pencabulan masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

(Baca juga: Caleg PKS Tersandung Kasus Pencabulan, KPU Tunggu Putusan Pengadilan dan Parpol)

Iman mengatakan, pihaknya kini fokus mengejar tersangka yang diduga berada di wilayah Jawa Barat. “Saat ini kita masih fokus melakukan pengejaran terhadap tersangka. Terakhirnya kita mendapatkan informasi tersangka ini ada di wilayah Jawa Barat. Anggota Opsnal sudah kami kerahkan ke Jawa Barat," kata dia.

Ilustrasi.

AH sudah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya. Karena melarikan diri, AH masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). "Sudah ada alat bukti permulaan yang cukup ditambahkan dengan surat hasil visum sehingga kasus dimasukkan ke tahap penyidikan. AH Ditetapkan sebagai tersangka dan juga DPO," tuturnya.

AH menjadi caleg dengan nomor urut 4 di Daerah Pemilihan (Dapil) Pasaman Barat 3 yang berdomisili di Kecamatan Sungai Aur. Meski dicalonkan sebagai caleg, PKS mengklaim AH bukan kader dari partai. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Pasaman Barat, Fajri Yustian meminta publik tak menyalahkan PKS dalam kasus yang bersifat personal ini.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini