AUSTRALIA - Perpolitikan Australia mengalami perkembangan menarik pekan lalu ketika Partai Buruh yang beroposisi mengumumkan rencana kebijakan terkait aborsi. Ini topik sensitif yang selama ini dipandang berisiko tinggi untuk dibahas.
Partai Buruh mengisyaratkan jika nanti menang pemilu, mereka akan gunakan kewenangan anggaran sebagai alat penekan agar rumah sakit milik pemerintah menyiapkan layanan aborsi.
Baca juga: Didakwa Lakukan Pelecehan Seksual, Mantan Bendahara Vatikan Divonis Enam Tahun Penjara
"Layanan ini tidak dibutuhkan oleh kebanyakan wanita Australia. Tapi sangat vital bagi yang membutuhkannya," ujar Wakil Pemimpin Partai Buruh Tanya Plibersek.
Dia tidak mengharapkan adanya pemerintah negara bagian yang akan menentang rencana tersebut.
"Dalam negosiasi anggaran antara negara bagian dan pemerintah federal, ada mekanisme penghargaan dan hukuman. Kami akan membuat keputusan tentang hal itu bila saatnya tiba," ujarnya.
Partai Buruh juga berjanji menyiapkan anggaran baru untuk kontrasepsi jangka panjang yang bisa dilepas.
Kebijakan seperti itu selalu memicu kecaman dari kalangan konservatif serta memecah internal Partai Buruh sendiri. Namun kali ini tampaknya berbeda.
Baca juga: Perempuan Ini Dilarang Masuk Australia untuk mengunjungi Ayahnya karena Down Syndrome
Kesulitan politik yang dialami Pemerintahan Koalisi Liberal Nasional saat ini membuat mereka menghindari perdebatan.