Larangan impor obat ini dicabut pada 2006, ketika politisi perempuan lintas partai memenangkan voting untuk menghapus kewenangan Menkes tersebut.
Obat RU486 pun akhirnya bisa masuk ke Australia.
Dokter spesialis kesehatan wanita (ginekolog) Caroline de Costa menjadi orang pertama di Australia yang secara legal meresepkan RU486 kepada pasien.
Seorang warga Tasmania, Angela Williamson, pernah mengalami betapa sulitnya melakukan aborsi di sana, dan harus pergi ke Melbourne untuk melakukannya.
"Saya harus pergi sendiri sehingga merasa sangat rentan. Merasa sendirian," ujarnya.
Dia mengaku sangat gugup jika sampai dilihat oleh seseorang yang dikenalinya. Meski hal itu memang terjadi, namun dia sudah membulatkan tekad untuk aborsi.
Menurut dokter De Costa, kini sudah saatnya pemerintah federal terlibat.
"Saya tak melihatnya sebagai ancaman, melainkan sebagai langkah realistis untuk menempatkan aborsi pada tempatnya sebagai urusan kesehatan wanita," jelasnya.
Dia menilai selama ini urusan aborsi cenderung distigmatisasi dan ditutupi.
"Kita tak membicarakannya dalam profesi medis, kita tidak membahasnya dalam masyarakat. Kita harus mengakhiri hal itu," ujar dokter De Costa.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.