Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banyak Warga Terkena DBD, Rescue Perindo Fogging Permukiman Puri Sentosa Tangsel

Hambali , Jurnalis-Sabtu, 16 Maret 2019 |15:38 WIB
Banyak Warga Terkena DBD, Rescue Perindo <i>Fogging</i> Permukiman Puri Sentosa Tangsel
A
A
A

TANGERANG SELATAN - DPP Rescue Perindo terjun memberi fogging di Perumahan Puri Sentosa, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (16/3/2019). Upaya itu dilakukan, menyusul banyaknya jatuh korban yang menderita sakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

Sekjen DPP Rescue Perindo Yudhistira Ikhsan Pramana menuturkan, fogging kali ini diberikan atas permintaan warga yang merasa khawatir dengan perkembangbiakan nyamuk DBD.

"Tadi menurut keterangan pengurus lingkungan disini sudah ada beberapa warga yang terkena DBD. Sehingga permintaan warga itu langsung kami respon dengan memberi fogging saat ini," kata Yudhistira, Caleg DPR RI nomor urut 3 dari daerah pemilihan (Dapil) Banten 3, di lokasi.

Fogging di Perumahan Puri Sentosa dilakukan di RT01, 02, 03, dan 04 dalam lingkup RW07. Totalnya mencapai sekira 150 rumah. Selain area rumah, pengasapan dilakukan pula di gorong-gorong saluran air, kebun kecil, hingga lahan kosong yang dianggap rawan perkembangbiakan nyamuk DBD.

Dalam fogging itu, Rescue Perindo tak mengerjakannya sendiri. Melainkan dibantu sepenuhnya oleh tim pemenangan Caleg Perindo DPRD Provinsi Banten nomor urut 2 Dapil 7 (Tangsel). Mereka bersinergi bahu-membahu memberi fogging, sekaligus juga mensosialisasikan kebersihan lingkungan.

"Kami tak hanya memberi fogging, tapi juga mengingatkan kembali kepada masyarakat agar bisa menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan cara apa? ya minimal dengan pola 4 M," ucap Ngatmin Al-Arif, Caleg DPRD Provinsi Banten.

Pola 4 M yang dimaksud adalah, Menguras tempat penampungan air, Mengubur barang bekas, Menutup tempat wadah air, dan Memantau lingkungan. Dengan begitu, kata Ngatmin, perkembangbiakan nyamuk DBD bisa diputus mata rantainya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement