Menurut pengakuan Sri Susanto, tambah Adhie, mereka terpaksa hidup atau tinggal di tempat itu karena keterbatasan materi yang serba kekurangan.

"Karena keterbatasan materi yang serba kekurangan, mereka memilih tinggal di bekas gudang semen," katanya.
Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Jalin Silaturahmi Kebangsaan di Ponpes Nurul Iman Riau
Pria paruh baya ini juga mengatakan, kata Adhie, bahwa dirinya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya dari hasil bekerja sebagai buruh bangunan yang tidak menentu.