nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balai Karantina Cilegon Musnahkan Sapi Berpenyakit Asal Bandung

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 14:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 19 340 2032084 balai-karantina-cilegon-musnahkan-sapi-berpenyakit-asal-bandung-vQepScH4a9.jpg Ilustrasi Sapi (Foto: Okezone)

CILEGON - Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon memusnahkan satu ekor sapi yang berpenyakit Zoonosis Brucellosis. Pemusnahan sapi berpenyakit jenis Frisien Holstein dengan cara di potong.

Kepala BKP Cilegon Raden Nurcahyo mengatakan, sapi berpenyakit tersebut berasal dari Kabupaten Bandung Barat yang akan dikirim ke wilayah Sumatra Utara melalui Pelabuhan Merak, Banten yang berhasil dicegah masuk ke wilayah bebas penyakit Brucellosis.

"Kita telah berhasil mencegah terjadinya penularan Brucellosis ke Sumatera. Ini sangat penting dan strategik karena Sumatera adalah Wilayah Bebas Brucellosis," ujar Raden kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Pemotongan bersyarat dihadiri dan disaksikan oleh petugas Karantina hewan, perwakilan pemilik sapi, polisi KSKP dan Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Bandung Barat, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon.

Baca Juga: 29 Sapi Mati Mendadak, Sapi Sakit yang Baru Dipotong Ini Diperiksa Petugas

Sapi

Dia menjelaskan, Tindakan karantina pemotongan bersyarat dilakukan setelah dipastikan dengan beberapa tahap pengujian laboratorium. Seperti pemeriksaan Rose Bengal Test/RBT dilakukan di Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon dengan hasil uji positif.

"Pengujian Complement Fixation Test (CFT) di Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor sudah dilakukan dan hasilnya dinyatakan positif terjangkit penyakit Brucellosis," ujarnya.

Dia menamnahkan, Penyakit Brucellosis dapat ditularkan ke manusia atau bersifat zoonosis. Pada hewan betina, penyakit ini dicirikan oleh aborsi dan retensi plasenta, sedangkan pada jantan dapat menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesorius.

"Brucellosis pada manusia dikenal sebagai undulant fever karena menyebabkan demam yang undulans atau naik-turun dan tidak berkesudahan," tandasnya.

Sebelumnya pada tanggal 10 Maret 2019, petugas karantina hewan memeriksa 9 ekor sapi perah jenis FH asal Bandung Barat yang hendak dikirim ke Medan.

Setelah pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik, Petugas melakukan pengambilan sampel darah 100% untuk dilakukan pengujian Rose Bengal Test (RBT). Hasilnya dari 9 ekor sapi tersebut menunjukkan 1 ekor positif RBT.

Sebanyak 8 ekor dinyatakan negatif uji kemudian diberikan sertifikat kesehatan hewan, sedangkan 1 ekor yang positif tetap dalam pengawasan petugas di Instalasi Karantina Hewan.

Kemudian, Sampel darah 1 ekor sapi positif uji RBT kemudian dikirim ke BBalitvet Bogor untuk dilakukan pengujian CFT lanjutan dan didapatkan hasil positif CFT.

Baca Juga: Ruang Kerja Digeledah KPK, Menag Lukman: Saya Mau Bekerja Sekarang

Sapi FH sangat rentan tertular Brucellosis serta memiliki potensi menyebarkan Brucellosis secara cepat. Sapi dapat menjadi sumber penularan secara terus menerus dengan cara mengeluarkan kuman tanpa memperlihatkan tanda-tanda klinis atau sering disebut carrier dan sangat patogen baik bagi sapi lain maupun manusia.

Pemotongan bersyarat dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan tercemarnya lingkungan harus dicegah dan dihindari, tempat pemotongan harus segera dibersihkan.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini