nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemda DIY Siapkan Strategi Penanganan Kerusakan Makam Imogiri

krjogja.com, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 11:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 20 510 2032516 pemda-diy-siapkan-strategi-penanganan-kerusakan-makam-imogiri-6wPnAOF715.JPG Makam Imogiri Longsor (foto: KRJogja/Ist)

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan strategi penanganan kerusakan Kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri Bantul, dengan meminimalkan kerusakan yang lebih parah.

Sebab, kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri merupakan bagian dari Satuan Ruang Strategis (SRS) DIY, sehingga kerusakannya harus segera ditangani dan diprioritaskan.

(Baca Juga: Jalan di Simpang Empat Ngabean Yogyakarta Ambles) 

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan, Makam Imogiri itu merupakan cagar budaya dan penanganannya memerlukan koordinasi lebih lanjut serta khusus. Ada sejumlah langkah yang dilakukan, yaitu penanganan darurat khusus hingga permanen.

”Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY sudah menyiapkan beberapa langkah, salah satunya pemasangan terpal di area tebing yang longsor namun terkendala tingginya lokasi. Terpal ini akan mengurangi resapan air ke dalam tanah yang sudah labil. Kedua, dengan teknologi semen sprayer atau disemprot pakai semen supaya lapisan tanah lebih kaku atau dengan mencermati genangan air yang ada sehingga drainase harus diperlancar,” papar Gatot.

Gatot menuturkan, penanganan selanjutnya permanen secara teknis, anggaran, mekanisme, penanggung jawab maupun waktu pelaksanaannya sudah dibahas dengan regulasi yang ada Pemda DIY.

Secara keseluruhan, bangunan kompleks makam masih utuh, hanya areal pendukungnya berupa talut di bagian depan yang rusak berat. Sedangkan warga yang terdampak sudah dievakuasi sebanyak dua Kepala Keluarga (KK).

“Mudah-mudahan dalam waktu satu hingga dua bulan ini rekonstruksi dan perbaikan sudah selesai,” tandasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, persentase kerusakan bangunan tidak terlalu signifikan dari keseluruhan bangunan yang ada di Kompleks Makam Raja-raja Mataram di Imogiri. Meskipun tidak berdampak signifikan terhadap bangunan, namun tetap diperlukan tindakan lebih lanjut agar tidak terjadi dampak yang semakin parah.

Sedangkan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY Muhammad Mansur mengungkapkan, setelah dicermati, ternyata kerusakan di Kompleks Makam Imogiri tergolong cukup parah.

Apalagi bangunan yang rusak tersebut merupakan bangunan baru kemudian ambrol. Untuk melakukan antisipasi, Tim PUP-ESDM DIY dan BPBD DIY melakukan pemasangan terpal.

Harapannya air hujan tidak langsung mengguyur tebing yang sudah dan berpotensi longsor. Selain itu diidentifikasi untuk menentukan langkahlangkah lebih lanjut.

"Saat ini kami sedang mengidentifikasi terkait kerusakan yang terjadi untuk menentukan langkah ke depan seperti apa. Karena tebingnya tinggi sekali, sementara di bawah tebing juga terdapat banyak permukiman, sehingga dibutuhkan kecermatan," terang Mansur.

Dia menambahkan, kerusakan di Makam Imogiri tergolong cukup serius (ambrol dari samping), apalagi bangunan tersebut termasuk cagar budaya. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani bisa merembet ke bagian atas.

"Sambil menunggu kebijakan rekonstruksinya, saya menganjurkan dibuatkan semacam trucuk-trucuk dari bambu, sehingga tidak terus-terusan longsor, mengingat tanah di lokasi tersebut sangat labil (gembur). Karena Makam Imogiri termasuk kawasan cagar budaya yang harus dilindungi dan dijaga kelestariannya, perlu kebijakan atau tindakan (solusi) cepat," sambung Mansur.

(Baca Juga: Dampak Anomali Cuaca di Yogyakarta, Masyarakat Diminta Waspada Banjir dan Longsor) 

Kepala Seksi Pembangunan dan Prasarana Dinas PUP-ESDM DIY Arief Azazie Zain mengaku khawatir apabila intensitas hujan cukup tinggi dan membawa material luas sehingga berdampak kerawanan terhadap bangunan lainnya. Konsep penanganan sementara supaya air hujan tidak langsung kena tanah di areal talut sehingga langkah paling mudah dan cepat dengan menutupinya menggunakan terpal.

"Namun terpal belum bisa dipasang karena terkendala tingginya lokasi dan medannya yang terjal, sehingga kami harus mencari alternatif agar segera tertangani. Areal makam sebaiknya disterilisasi untuk meminalisasi dampak keretakan maupun korban," tutur dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini