Menurut Candra, Rumah Abu Tjie Lam Cay banyak berisikan lilin untuk sembayang dan yonsua atau dupa, sehingga membuat api mudah menjalar dan meluluhlantakkan bangunan cagar budaya (BCB) itu.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran yang ke lokasi langsung melakukan pemadaman. Meski demikian, proses pemadaman sempat terkendala aliran listrik di lokasi yang masih menyala. “Kami kontak ke PLN untuk memadamkan. Setelah itu, kami langsung lakukan pemadaman,” ujar Komandan Peleton 2 Damkar Kota Semarang, Agus N.
Setelah berhasil memadamkan api, petugas pemadam kebakaran segera mengevakuasi jasad korban. Api baru bisa dipadamkan sekitar Pukul 06.00 WIB.
Berdasarkan penelusan dari berbagai sumber, Kelenteng Tay Kak Sie merupakan salah satu kelenteng tertua di Semarang. Klenteng itu didirikan sekitar 1746 untuk memuja Dewi Welas Asih, Kwan Sie Im Po Sat.
Sementara bangunan Kong Tik Soe atau Rumah Abu Tjie Lam Cay merupakan rumah ibadah untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur. Bangunan yang ada di kompleks Klenteng Tay Kak Sie itu berdiri pada pengujung tahun 1845, diprakarsai oleh Letnan Khouw Giok Soen, Letnan Tan Hong Yan, dan Mayor Be Ing Tjioe. Bangunan ini masuk dalam BCB di Kota Semarang.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.