nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI AL Amankan 3 Kapal Ikan Asal Vietnam

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 18:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 23 340 2034040 tni-al-amankan-3-kapal-ikan-asal-vietnam-JUQvFHt0bZ.jpg Foto Istimewa

TANJUNGPINANG - Jajaran Komando Armada (Koarmada) 1 melalui unsur KRI Teuku Umar-385, dan KRI Tarakan-905 mengamankam tiga kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam, pada titik koordinat 06 30.344 U - 107 43.810 T di laut Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Sebanyak 22 orang nakhoda dan anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Vietnam berhasil diamankan petugas.

"Mereka masuk ke wilayah perairan kita untuk menangkap ikan, makanya kita tangkap. Sepanjang tahun ini sudah 13 kapal Vietnam yang ditangkap," kata Panglima Koarmada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono saat merilis tiga kapal KIA Vietnam di Dermaga Yos Sudarso Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (23/3/2019).

Yudo menjelaskan, ketiga kapal yang ditangkap adalah nama kapal BV 4356 TS dinakhodai Nguyen Dong dengan jumlah ABK 9 orang WNA Vietnam, beserta barang bukti 1 palka ikan campuran, kedua nama kapal BV 4724 TS dinakhodai Le Tan That dengan ABK 10 orang WNA Vietnam, ketiga nama kapal BV 90735 TS dinakhodai Le Van Bung dengan ABK 3 Orang WNA Vietnam.

 SD

"Ketiga kapal berbendera Vietnam ini melaksanakan penangkapan ikan di ZEE tanpa ijin," ujar Yudo.

Selama proses pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) situasi aman, namun satu kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) KN 214215 berusaha menghalangi proses Jarkaplid dapat diusir secara paksa. Selanjutnya 3 (tiga) KIA Vietnam ditunda dan dikawal menuju ke Lanal Batam guna proses hukum selanjutnya.

"Jadi, mereka dikawal oleh kapal VFRS saat menangkap ikan," ujarnya.

Menurut Yudo, para nelayan asing ini tidak kapok masuk ke perairan Indonesia. Sebab, di perairan Indonesia banyak ikan, khususnya di Natuna sehingga kapal asal Vietnam masuk ke perairan Indonesia.

"Rata-rata dua sampai empat kali ABK ini ditangkap. Mungkin ikan banyak di wilayah kita sehingga mereka kembali lagi," kata Yudo.

 SD

Ketiga KIA Vietnam tersebut diduga telah melakukan tindak pidana perikanan berupa melakukan kegiatan perikanan tanpa dilengkapi adanya SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan) dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) dengan demikian dapat diduga melanggar ketentuan Pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 93 ayat (2) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

"Total kekayaan Negara yang telah diselamatkan oleh Koarmada I selama kurun waktu tahun 2018 sampai dengan Maret 2019 sebesar Rp1,895 Triliun," ujar Yudo.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini