“Seperti saya mengajarkan siswa dengan memutar video, buktinya mereka enjoy sambil bernyanyi sebelum belajar. Penggabungan seperti itu ternyata sudah termasuk STEM ICT. Pelajarannya kimia tapi ada seninya jadi mereka gak bosan,” tambahnya.
Selain itu ketika siswa lagi mengerjakan soal, guru tidak boleh pelit memberi reward. Reward itu bisa memberi siswa pulpen.
Selian itu tidak boleh membeda-bedakan siswa, tetapi semuanya harus diperlakukan sama. “Seperti bikin kelompok campuran antara siswa yang pintar dengan siswa yang kurang. Jadi belajar untuk sportif dan tidak untuk egois lagi. Hal seperti itu sebagai contoh metode pembelajaran dengan teman sebaya,” pungkasnya.
Lebih lanjut, pengiriman 1.000 guru ke luar negeri bertunjuan menambah pengalaman tenaga didik dalam sistem pembelajaran di era Revolusi 4.0. Kemendikbud menyebar 1.000 guru untuk pelatihan di 12 negara, yakni ke China, India, Korea Selatan, Finlandia, Australia, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, Tiongkok, Hongkong, dan Belanda.(Retno/M)
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.