nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Selandia Baru Serukan Penyelidikan Komisi Kerajaan Terhadap Serangan Teror Christchurch

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 15:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 25 18 2034656 pm-selandia-baru-serukan-penyelidikan-komisi-kerajaan-terhadap-serangan-teror-christchurch-VwJ810DvoW.jpg PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. (Foto: Reuters)

WELLINGTON – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern pada Senin mengumumkan komisi kerajaan, sebuah bentuk kuat dari penyelidikan publik, terhadap kejadian-kejadian yang berakhir pada serangan terhadap dua masjid di Christchurch pada 15 Maret yang menewaskan 50 orang.

"Adalah penting bahwa tidak ada yang terlewat untuk mengetahui bagaimana tindakan terorisme ini terjadi dan apa, jika ada, peluang yang kami miliki untuk menghentikannya," kata Ardern kepada wartawan di Gedung Parlemen di Ibu Kota Wellington sebagaimana dilansir Reuters, Senin (25/3/2019).

BACA JUGA: 2 Masjid di Selandia Baru Kembali Dibuka Pasca-Serangan Teroris

Seorang tersangka penganut ideologi supremasi kulit putih asal Australia telah didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan atas penembakan Christchurch dan akan kembali dihadapkan ke persidangan pada 5 April. Ardern mengatakan pria itu tidak ada dalam daftar pengawasan di Selandia Baru atau Australia.

Ardern mengatakan, fokus utama dari penyelidikan melihat akan apakah lembaga keamanan memusatkan perhatian mereka pada masalah yang tepat dan apakah ada petunjuk yang terlewatkan. Penyelidikan itu juga akan mencakup peran media sosial dan kemampuan tersangka untuk mendapatkan senjata.

Kerangka acuan yang tepat untuk komisi kerajaan itu belum diumumkan tetapi keputusan Ardern untuk menyerukan penyelidikan semacam itu disambut oleh anggota komunitas Muslim Selandia Baru.

BACA JUGA: Teroris Pelaku Penembakan Jamaah Masjid di Selandia Baru Terancam Dipenjara Seumur Hidup

“Pengumuman penyelidikan adalah seruan yang bagus dan hal yang benar untuk dilakukan. Saya berharap itu akan menjadi penyelidikan inklusif dan bahwa kesempatan akan diberikan kepada komunitas Muslim untuk dimasukkan ke dalam kerangka acuan, ”kata Guled Mire, seorang advokat komunitas Muslim.

"Penting bagi kita untuk melakukan ini dengan benar sehingga kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu," katanya.

Komisi kerajaan adalah penyelidikan independen dan biasanya digunakan untuk hal-hal yang paling penting bagi publik. Ardern mengatakan, penyelidikan semacam itu merupakan respons yang tepat untuk serangan itu tetapi menolak untuk memberikan jangka waktunya sementara pemerintahnya menyelesaikan kerangka acuan penyelidikan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini