Menurut Arif, beragamnya hasil survei merupakan hal yang biasa dalam kontestasi demokrasi. Hanya saja diharapkannya, pada surveyor tidak memanipulasi data dalam melakukan jajak pendapat.
"Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berjarak lebar dibandingkan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah," tuturnya.
Namun, jika melihat persepsi kondisi politik, ekonomi, dan hukum secara umum, hal itu bisa berpengaruh dalam Pilpres kali ini. Terutama, di kelompok pemilih usia produktif. Adanya jarak antara tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah dengan elektabilitas mengindikasikan keraguan terhadap petahana.
"Kreativitas lebih diterima pemilih cerdas," tuturnya.
(Baca Juga: Jokowi Ngopi Bareng Milenial di Banyuwangi Bicarakan Kisah Hidup)
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.