Share

Pria Ini Gugat Eks Perusahaannya Rp18,2 Miliar karena si Bos Kentut Sembarangan

Agregasi BBC Indonesia, · Rabu 27 Maret 2019 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 18 2035468 pria-ini-gugat-eks-perusahaannya-rp18-2-miliar-karena-si-bos-kentut-sembarangan-IkQU2V5uee.jpg Kentut (Stethnews)

AUSTRALIA - Seorang pria di Australia menggugat perusahaan tempat dia pernah bekerja di pengadilan setelah dia mengklaim mantan atasannya sering buang angin di depannya.

David Hingst mengatakan Greg Short, yang pernah menjadi penyelia, "mengangkat bokong dan kentut" ke arahnya paling tidak sebanyak enam kali dalam sehari.

 Baca juga: Sisihkan 80 Persen Gaji untuk Rakyat Miskin, Guru Asal Kenya Dapat Hadiah Rp14 Miliar

Hingst melayangkan gugatan terhadap perusahaan Construction Engineering sebesar 1,8 juta dolar Australia atau setara dengan Rp18,2 miliar tahun lalu. Namun, Pengadilan Negara Bagian Victoria memutuskan Short tidak melakukan perundungan.

Pria berusia 56 tahun itu naik banding dan persidangan digelar pada Senin (26/3). Dia mengaku kentut-kentut tersebut membuatnya mengalami "stres parah".

 https://ichef.bbci.co.uk/news/660/cpsprodpb/5AF7/production/_106178232_96204374-85c9-4b0c-a40b-57a9a17c9ab2.jpg

'Kentut dan pergi'

Hingst, yang bermukim di Melbourne, mengklaim mantan koleganya itu sengaja mengentutinya.

 Baca juga: Sebuah Desa di Ghana yang Larang Para Ibu untuk Melahirkan Karena Tabu

"Saya sedang duduk dengan wajah menghadap ke dinding dan dia masuk ke ruangan yang kecil dan tanpa jendela," papar Hingst kepada kantor berita Australian Associated Press (AAP).

"Dia kentut di belakang saya dan langsung pergi. Dia melakukan tindakan ini lima atau enam kali sehari."

Pada sidang tahun lalu, Short mengaku tidak ingat kentut di dekat Hingst, meski "mungkin pernah sekali atau dua kali".

Bagaimanapun, Short membantah buang angin "dengan niat untuk menyebabkan stres atau merundung" Hingst.

 Baca juga: Patung Bayi Yesus "Menangis Darah", Warga Percaya Pesan dari Tuhan

Hingst merujuk Short dengan panggilan 'si Bau' dan menyemprotkan deodoran ke arahnya, seperti yang dicatat pengadilan.


'Sengaja kentut'

Sebagaimana dilaporkan situs berita news.com.au, Hingst mengklaim Short sengaja kentut guna menyingkirkannya. Hingst juga menyebut selama bekerja di perusahaan itu dirinya mengalami cedera psikis.

Dalam sidang sebelumnya, Hingst mengatakan Short secara verbal merundungnya terkait pekerjaan dan sengaja menelepon guna mengejeknya dengan panggilan "idiot".

Hingst mengklaim sidang sebelumnya tidak berjalan secara adil dan hakim yang menangani kasusnya bersikap bias terhadapnya.

Namun, hakim Phillip Priest di pengadilan banding mengatakan hakim pada sidang sebelumnya telah menunjukkan "sikap menakjubkan".

"Kesan yang saya dapatkan adalah Anda diberikan kesempatan untuk mengajukan gugatan," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini