(Baca Juga: Demi Entaskan Kemiskinan, Liliana Tanoesoedibjo Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Perindo)
Rully memaparkan, survei LSI Denny JA menunjukan hanya 25.8% publik yang menyatakan mengenal caleg yang akan dipilih nanti. "Sementara sebesar 70.6 %, hingga saat menjelang pemilu ini, menyatakan tidak mengenal caleg yang akan dipilih," ujarnya.
Partai politik, lanjut Rully, masih sangat tergantung pada kekuatan figur atau tingkat dikenalnya caleg di mata pemilih. Survei LSI Denny JA yang menunjukan pertimbangan pemilih lebih mengutamakan caleg yang dikenal sebesar 60.3 %, sementara 25.8 % yang mengaku mengenal caleg yang akan mereka pilih.
"Dengan demikian, jika menghitung secara populasi nasional, pengaruh caleg terhadap suara dan posisi partai sebesar 15.6 %. Artinya, bahwa suara dan posisi partai politik di pemilu 2019 nanti sangat ditentukan oleh kemampuan partai tersebut mengoptimalkan pengaruh caleg (dengan perolehan) 15.6% terhadap partai politik," tuturnya.
"Mereka yang menyatakan lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal dibandingkan memilih partai politik saja, merata di semua segmen pemilih. Baik pemilih laki-laki maupun pemilih perempuan, rata-rata di atas 60% menyatakan bahwa mereka lebih mempertimbangkan memilih caleg yang dikenal. Dibandingkan hanya memilih partai politik saja dibawah 30%," katanya.