Pakistan Tuduh India Rencanakan Serangan Militer dalam Waktu Dekat

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 08 April 2019 16:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 08 18 2040625 pakistan-tuduh-india-rencanakan-serangan-militer-dalam-waktu-dekat-V3tx2V5zrk.jpg Pakistan menembak jatuh jet tempur India pada Februari. (Foto: AFP)

ISLAMABAD - Pakistan mengatakan bahwa pihaknya memiliki “informasi intelijen yang terpercaya” bahwa India sedang merencanakan sebuah serangan militer bulan ini. Tuduhan itu dibantah India yang mengatakan Pakistan mengalami “histeria perang”.

Hubungan India dan Pakistan yang telah tegang semakin memburuk tahun ini setelah kelompok militan yang berbasis di Pakistan melancarkan serangan bom di wilayah sengketa Kashmir yang menewaskan 40 tentara India.

India merespons serangan tersebut dengan melancarkan pengeboman ke sebuah lokasi di wilayah Pakistan yang diklaim sebagai kamp pelatihan militan. Serangan tersebut memicu eskalasi lebih jauh antara kedua negara dan menyebabkan ditembak jatuhnya sebuah jet tempur India oleh militer Pakistan.

Setelah sempat meningkat, ketegangan antara kedua negara mulai sedikit demi sedikit mereda, namun pada Minggu, Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengatakan bahwa negaranya memiliki informasi intelijen yang menduga akan adanya serangan dari India dalam waktu dekat.

"Ada kemungkinan agresi lain terhadap Pakistan dan menurut informasi kami tindakan ini dapat terjadi antara 16 dan 20 April," kata Qureshi kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC, Senin (8/4/2019).

Qureshi mengatakan bahwa dia membuat tuduhan itu "dengan bertanggungjawab", dengan alasan agresi bertujuan untuk meningkatkan "tekanan diplomatik" terhadap negaranya.

Pakistan juga telah memanggil wakil komisaris tinggi India untuk memprotes dugaan terkait “rencana India” tersebut.

Namun, India membantah tuduhan dari Islamabad tersebut, mengatakan bahwa dugaan itu merupakan sebuah “histeria perang” dari Pakistan.

Juru Bicara Kantor Urusan Luar Negeri India, Raveesh Kumar mengatakan bahwa Pakistan “memiliki tujuan yang jelas menimbulkan histeria perang di kawasan”.

"Gimmick publik ini tampaknya merupakan seruan kepada para teroris yang berbasis di Pakistan untuk melakukan serangan teror di India," kata Kumar. Dia kembali menegaskan bahwa Pakistan tidak bisa lepas tanggungjawab dari serangan teror yang terjadi di Kashmir.

Tuduhan serangan India yang segera terjadi terjadi pada hari yang sama di saat Pakistan membebaskan gelombang pertama dari sekira 360 tahanan India. Ke-100 orang yang dibebaskan pada Minggu sebagian besar adalah nelayan yang tersesat di perairan Pakistan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini