nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Siswi SMP Dianiaya 12 Pelajar SMA, Bermula dari Sakit Hati soal Utang

Dina Prihatini, Jurnalis · Rabu 10 April 2019 14:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 10 340 2041555 kronologi-siswi-smp-dianiaya-12-pelajar-sma-bermula-dari-sakit-hati-soal-utang-GPGfG9dKMF.jpg Foto: Istimewa

PONTIANAK - Kekerasan fisik yang dilakukan oleh 12 siswi SMA ke siswi SMP, AU yang masih belia diakui Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Anwar Nasir telah dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

Saat hasil penyidikan Polresta Pontianak, korban yang duduk di kelas dua SMP tersebut dianiaya di dua lokasi berbeda.

"Kejadian pada 29 Maret, dijemput oleh sepupu namun diikuti dua siswi dan dicegat dan ditarik rambutnya di Jalan Sulawesi hingga pelaku terjatuh," ungkapnya kepada wartawan di Kapuas Palace, Rabu (10/4/2019).

Anwar juga menjelaskan, perkelahian berawal saat mantan pacar pelaku yang saat ini jadi pacar sepupu korban dan orang tua dari salah satu pelaku pernah meminjam uang kepada korban. Meski telah dibayar, namun masih saja diungkit oleh korban.

Ilustrasi.

"Karena salah satu pelaku merasa tersinggung, sehingga salah satu pelaku mengirim pesan singkat ke korban untuk bertemu di belakang Informa di Jalan Sulawesi," tuturnya.

(Baca juga: KPAI Desak Pemkot Pontianak Lakukan Rehabilitasi untuk Audrey hingga Tuntas)

Saat dianiaya di Jalan Sulawesi, korban sempat melarikan diri. Namun korban kembali dianiaya di Taman Akcaya.

"Masih di Jalan Sulawesi, saat korban dijemput di rumahnya oleh para saksi, yaitu Dea dan Popo yang merupakan sepupu korban. ternyata di sana sudah ada TR, EC dan LL. Saat bertemu, TR bertanya kepada korban apa yang pernah dibicarakan, namun dari arah belakang EC menyiram air ke kepala korban dan langsung dibalas korban dengan menarik rambut EC,” ujarnya.

“Setelah itu EC menendang korban dan langsung terjatuh dan korban membalas memukul dan korban terjatuh dan EC memukul kepala dan perut korban dan EC membenturkan kepala korban ke aspal. Selain juga menginjak kelamin korban hingga korban merasa kelaminnya nyeri. Korban melarikan diri bersama sepupunya Popo, namun dikejar hingga ke Taman Akcaya," ujarnya.

Ia mengatakan kepada seluruh masyarakat untuk bersabar menunggu proses hukum ditegakkan. "Kita akan terus melakukan pengembangan kasus ini hingga tuntas," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini