nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunjungi AU dan Pelaku Penganiayaan, Mendikbud: Masa SMA Alami Krisis Kepribadian

Dina Prihatini, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 13:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 11 340 2042002 kunjungi-au-dan-pelaku-penganiayaan-mendikbud-masa-sma-alami-krisis-kepribadian-MtaX9ZQIMc.jpg Mendikbud Muhadjir Effendy (Okezone)

PONTIANAK – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy turut menjenguk Siswi SMP berinisial AU yang menjadi korban penganiayaan Siswi SMA.

Sebelum ke Rumah Sakit, Mendikbud mengunjungi pelaku terduga penganiayaan di Polresta Pontianak dan baru tiba di RS sekitar pukul 12.30 WIB didampingi Plt Sekda Kalimantan Barat, Syarif Kamaruzzaman dan Kadisdikbud Kalbar, Suprianus Hermas.

 Baca juga: Kementerian PPPA Sebut Kasus Penganiayaan AU Jadi Ancaman bagi Setiap Orangtua

Muhadjir mengakui bahwa jenjang SMA akan melewati masa pubertas. Di mana masa seperti itu pelajar akan mengalami krisis kepribadian yang bisa menimbulkan prilaku menyimpang.

"Karena itu sudah menjadi bagian agenda guru agar siap menghadapi emergency seperti ini karena telah diberi ilmu meningkatkan kemampuan guru termasuk kepala sekolah harus sigap dan profesional menghadapi kondisi sekarang ini," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (11/4/2019).

 Baca juga: Justice for Audrey, Ini Fakta-Fakta Terbaru Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak

Terkait Kasus Audrey yang viral, menurutnya, menjadi wewenang masing-masing satuan pendidikan. Salah satunya untuk boleh atau tidaknya membawa handphone ketika ke sekolah.

"Terserah menggunakan media digital terutama dalam proses belajar mengajar silakan namun digunakan secara arif dan pengawasan dari pihak sekolah selalu ada," tuturnya.

Terkait tiga siswi yang menjadi tersangka, diakuinya menjadi wewenang Kepolisian dan masyarakat diharap sabar menunggu substansi masalah. Dirinya mengaku hanya bertanggung jawab pada aspek pendidikan.

 Baca juga: Polisi Sebut Kasus Audrey Penganiayaan Ringan, Tiga Pelaku Terancam 3 Tahun Penjara

"Guru harus profesional dan dimiliki oleh mereka seperti konseling sekolah semua sudah diajarkan karena ada ilmunya bagaimana menerapkan melakukan tindakan jika kejadian seperti ini, kalau terkait ranah hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian," tuturnya.

Mendikbud berpesan kepada seluruh milenial dan para netizen serta masyarakat luas dengan kejadian Audrey seluruh pihak dapat mengambil hikmah dan tidak lagi membully berkomentar yang akan membuat trauma bagi masa depan korban dan para pelaku.

"Kita tidak boleh merampas semua hal yang terjadi dari tindakan pelaku maupun korban dan tidak boleh merampas peluang dan masa depan mereka karena mereka menjadi orang yang memiliki potensi menjadi manusia lebih baik lagi," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini