nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cabut Suaka Pendiri Wikileaks, Presiden Moreno Disebut "Pengkhianat Terbesar Ekuador"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 11:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 12 18 2042427 cabut-suaka-pendiri-wikileaks-presiden-moreno-disebut-pengkhianat-terbesar-ekuador-dEKn93nYKo.jpg Presiden Ekuador, Lenin Moreno. (Foto: Reuters)

QUITO - Mantan Presiden Ekuador, Rafael Correa mengecam tindakan penerusnya, Lenin Moreno, yang mencabut suaka bagi pendiri Wikileaks, Julian Assange yang membuka jalan bagi kepolisian Inggris untuk menangkap pria Australia itu di Kedutaan Besar Ekuador di London. Correa bahkan mengatakan bahwa tindakan Moreno tersebut adalah “kejahatan yang tidak akan pernah dilupakan oleh umat manusia”.

Meski Correa telah menjadi kritik bagi Moreno dalam beberapa tahun terakhir, kritik kali ini bernada lebih keras. Dia menyebut penangkapan Assange oleh kepolisian Inggris pada Kamis sebagai sebuah pengkhianatan tertinggi yang dilakukan oleh Moreno.

BACA JUGA: Suakanya Dicabut, Pendiri Wikileaks Julian Assange Ditangkap di London

Dalam sebuah tweet yang diunggah sesaat setelah Assange diseret keluar dari kedutaan dan dimasukkan ke dalam mobil oleh polisi Inggris, Correa mengatakan bahwa situasi menjadi jauh lebih serius dibandingkan dugaan korupsi terhadap Moreno.

“Moreno adalah orang yang korup, tetapi apa yang telah dilakukannya adalah kejahatan yang tidak akan pernah dilupakan oleh umat manusia,” tweet Correa sebagaimana dilansir RT, Jumat (12/4/2019).

BACA JUGA: Tinggal Selama 7 Tahun, Pendiri Wilileaks Akan Diusir dari Kedutaan Ekuador di Inggris

Makian dari Correa tidak berhenti sampai di situ. Setelah Moreno mengumumkan bahwa ia telah membuat "keputusan berdaulat" untuk menyerahkan Assange kepada polisi Inggris, Correa menanggapi dengan menyebut keputusan itu sebagai "bajingan," "pengecut" dan "keji" tindakan yang merupakan "buah dari perbudakan, kekejaman dan pembalasan. ”

“Mulai sekarang di seluruh dunia, bajingan dan pengkhianatan dapat diringkas dalam dua kata: Lenin Moreno.”

Correa awalnya menawarkan suaka kepada Assange ketika masih menjadi presiden Ekuador pada 2012. Dia khawatir whistleblower itu akan menghadapi hukuman mati jika diekstradisi ke Amerika Serikat, di mana ia diburu atas tuduhan spionase.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini