nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Ekuador Jelaskan Alasannya Cabut Suaka Pendiri Wikileaks, Julian Assange

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 12:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 18 2042452 presiden-ekuador-jelaskan-alasannya-cabut-suaka-pendiri-wikileaks-julian-assange-zfVbdX8GDP.jpg Pendiri Wikileaks Julian Assange diseret oleh kepolisian Inggris keluar dari Kedutaan Ekuador di London setelah suakanya dicabut pada Kamis, 11 April 2019. (Foto: Ruptly)

LONDON – Presiden Ekuador, Lenin Moreno menjadi sorotan setelah pemerintahannya mencabut suaka pendiri Wikileaks Julian Assange pada Kamis, 11 April yang berujung pada penangkapan pria asal Australia itu oleh kepolisian Inggris.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui video, Moreno menjelaskan keputusan pemerintahnya untuk mencabut suaka Assange sebagai sebuah ‘keputusan berdaulat’, menyebut tindakan Assange yang bermusuhan terhadap Ekuador telah membuat Quito kehabisan kesabaran.

"Hari ini saya mengumumkan bahwa perilaku Tuan Julian Assange yang tidak sopan dan agresif; deklarasi bermusuhan dan mengancam sekutunya melawan Ekuador, dan terutama pelanggaran perjanjian internasional, telah mengarahkan situasi ke sebuah titik di mana suaka dari Tuan Assange tidak bisa dipertahankan dan tidak lagi layak," kata Moreno sebagaimana dilansir dari CNN.

Menyusul penangkapan itu, banyak pihak yang mengkhawatirkan nasib Assange yang menghadapi tuduhan konspirasi dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Pada 2012, Presiden Ekuador saat itu Rafael Correa memberikan suaka kepada Assange karena khawatir dia akan menghadapi ancaman hukuman mati dari Washington.

Terkait hal itu, Correa mengatakan bahwa Inggris telah memberi jaminan kepadanya bahwa Assange tidak akan diekstradisi ke negara yang menerapkan hukuman mati.

"Sejalan dengan komitmen kuat kami terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional, saya meminta Inggris Raya untuk menjamin bahwa Assange tidak akan diekstradisi ke negara di mana ia dapat menghadapi penyiksaan atau hukuman mati," kata Moreno dalam sebuah video yang diposting di Twitter sebagaimana dilansir Reuters.

"Pemerintah Inggris telah mengonfirmasi secara tertulis, sesuai dengan aturannya sendiri."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini