Kembali dengan berlinang airmata, Popo terus menjelaskan jika ia terpaksa harus melihat AU disiram air oleh E pelaku pertama disambung dengan tarikan rambut AU dan AU membalas.
Lanjut perkelahian, sembari tersedu, Popo menjelaskan jika E terus menendang AU sehingga jatuh dan E membenturkan kepala AU di aspal.
Belum selesai E melampiaskan kekesalannya kepada AU, terlihat seorang pria menghampiri mereka dan akhirnya Popo membawa pergi AU bermaksud untuk pulang kerumah.
Setiba diseperempat jalan, Popo dan AU dihadang oleh empat motor tadi dan mengarahkan mereka ke Taman Akcaya dan melanjutkan perbincangan yang sebenarnya tak ingin ia dan AU datangi.
Sempat terhenti menyelesaikan tangisannya, didukung oleh tante, mama, nenek dan seluruh keluarga, Popo kembali meneruskan ceritanya.
Turun dari motor, pelaku kedua T langsung bertanya ke AU dan langsung ditinju bagian wajahnya dan AU jatuh, lantas tangan T menahan perut AU dan menekan-nekan disertai rintihan AU yang menyatakan, "Aku menyerah-aku menyerah," kata AU, disambut tangisan keras dari Popo.
Usai ditekan perut dan bagian kemaluan oleh T, T bertanya kepada L, pelaku ketiga apa ada masalah dengan AU, dan langsung L menghajar wajah AU dengan sandal tinggi kerasnya dan AU tetap diam namun sembari duduk karena sudah tak memiliki tenaga.
"Saya diam cuma liat karena mereka ancam, ini bukan ngeroyok ya, nanti kalau kalian bilang ngeroyok kalian kena lagi seperti ini. Sambil L sempat melempar sendalnya ke wajah AU, baru mereka pulang dan saya bawa AU pulang dalam keadaan lemas, kening benjol dan baju yang awut-awutan karena terkena aspal dan tanah," paparnya.