Warga Surabaya Bangun TPS Unik Bertema Bhineka Tunggal Ika

Antara, · Selasa 16 April 2019 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 16 606 2044078 warga-surabaya-bangun-tps-unik-bertema-bhineka-tunggal-ika-7AWJbHhk3h.jpeg TPS unik bertema Bhineka Tunggal Ika di Surabaya. (Foto: Ist/Antaranews)

SURABAYA – Warga di RW 08 Perumahan Rungkut Mapan Barat, Kota Surabaya, Jawa Timur, membangun tempat pemungutan suara (TPS) unik bertema Bhineka Tunggal Ika guna mempersiapkan pelaksanaan Pemilu 17 April 2019.

"Tujuan dari membangun TPS unik ini sebagai upaya agar tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum 2019 mencapai minimal 80 persen," kata Ketua RW 08 Perumahan Rungkut Mapan Barat, Wahyu P Kuswanda, di Surabaya, seperti dinukil dari Antaranews, Selasa (16/4/2019).

Ia mengatakan, ada empat TPS unik di RW 08 yang lokasinya dijadikan satu di Lapangan Timur Perumahan Rungkut Mapan Barat. Masing-masing adalah TPS-26, TPS-27, TPS-28, dan TPS-29.

Adapun jumlah pemilih empat TPS dari 10 RT di RW 08 tersebut sebanyak 1.119 orang dengan perincian pria 561 orang (47 persen), wanita 638 orang (53 persen), pemilih pemula 488 orang (41 persen), dan penyandang disabilitas 5 orang.

(Baca juga: H-1 Pencoblosan, KPU Jaksel Terus Distribusikan Logistik Pemilu)

Wahyu mengatakan keunikan dari TPS tersebut salah satunya semua petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang bertugas di TPS tersebut memakai seragam pakaian etnik dengan tema Bhineka Tunggal Ika.

Petugas di KPPS TPS-26 mengenakan pakaian etnik Madura, KPPS TPS-27 pakaian etnik Tionghoa, KPPS TPS-28 pakaian etnik Jawa, dan KPPS TPS-29 pakaian etnik Bali.

Ilustrasi pemilu. (Foto: Ist)

Bahkan sesuai rencana, lanjut Wahyu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan melakukan kunjungan ke TPS Bhineka Tunggal Ika ini besok.

"Di TPS ini nanti juga ada pengundian 'doorprize' untuk warga yang melakukan pemungutan suara," ujar Wahyu.

(Baca juga: KPU Pastikan Warga Korban Gempa di Palu Ikut Pemilu)

Sementara Komisioner KPU Surabaya Muhammad Kholid Asyadulloh mengatakan pihaknya tidak melakukan pendataan atau menggelar lomba untuk TPS unik di Surabaya. Jika ada TPS unik di sana, kata dia, itu semua kreativitas dari warga setempat.

"Kami hanya menggelar lomba foto swafoto di TPS usai pencoblosan," tutur Kholid.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini