Curhatan Nenek Djubaedah Usai Mencoblos

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 13:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 17 606 2044629 curhatan-nenek-djubaedah-usai-mencoblos-EjPKYuXFzh.jpg Nenek Djubaidah usai mencoblos (foto: Sukardi/Okezone)

JAKARTA - Situasi tempat pemungutan suara (TPS) di sejumlah wilayah di Indonesia terpantau ramai. Beberapa elit politik dan calon legislatif pun sudah memberikan suaranya.

Kabar terbaru, Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah memberikan hak suara di kediamannya di Kebagusan, Jakarta Selatan. Terpantau juga di sana Puan Maharani memberikan suaranya di lokasi yang sama dengan Megawati.

Jauh dari keramaian elit politik, di sebuah gang kecil di belakang Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat, pemungutan suara terpantau ramai lancar. Kesan damai dan bersahaja terasa saat Okezone mengunjungi lokasi ini, Rabu 17 April 2019.

 sd

TPS 025 menggunakan lapangan voli sebagai lokasi pemungutan suara. Banyak warga mengantri di sini. Beberapa di antaranya adalah sanak saudara, makanya ramai terdengar obrolan ringan khas ibu-ibu rumah tangga. Duduk di antara mereka, seorang nenek berusia 82 tahun bernama Djubaedah. Dia terlihat sudah mencelupkan jari kelingkingnya di tinta biru.

"Iya, sudah nyoblos," katanya pada Okezone dengan ramah.

Djubaedah menjelaskan kalau dirinya masih bersemangat untuk memberikan suaranya bagi perubahan bangsa yang lebih baik. Padahal, rumah dia sudah tak lagi di kawasan RT 01 RW 04 Jelambar, Grogol, Jakarta Barat lagi. Si nenek kini bertempat tinggal di Legok, Banten.

"Rumah saya jauh, di Legok. Tapi, KTP saya masih di sini. Makanya saya nyoblosnya di sini. Saya jalan dari rumah sekitar jam 7 pagi dan sampai sini jam 8.30," ceritanya.

 sd

Di balik rona bahagia masih bisa nyoblos di Pemilu 2019, Djubaedah menyimpan curahan hati yang menarik untuk diketahui. Menurut penuturannya, Pemilu kali ini terlalu ribet.

"Kebanyakan kertasnya. Terus, itu nama-namanya banyak banget. Nggak keliatan, susah lah," curhatnya.

Tidak hanya itu, perempuan jompo tersebut juga mengeluhkan kertas suara yang terlalu besar. Hal ini membuat dirinya lama berada di bilik suara. Dia mengaku sulit untuk membukanya karena kertas terlalu besar.

"Lama banget pas nyoblos tadi, udah mana bingung, kertasnya gede, namanya kecil-kecil, ah emang dasar nenek-nenek kali, ya," katanya lantas tertawa kecil.

Dia berharap sih semoga di pemilu mendatang semuanya lebih sederhana dan tentunya itu bisa lebih memudahkan orang lansia seperti dirinya memilih dengan mudah. Tentunya, dia juga berharap semoga masih ada umur panjang untuk bisa nyoblos di 5 tahun mendatang. (wal)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini