nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Ada Saksi yang Hadir, Sidang Lanjutan Bahar bin Smith Ditunda

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 11:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 18 525 2045062 tidak-ada-saksi-yang-hadir-sidang-lanjutan-bahar-bin-smith-ditunda-SgYXgBzweH.jpg Sidang lanjutan Habib Bahar bin Smith. (Foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG – Majelis hakim menunda sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap dua remaja oleh Habib Bahar bin Smith. Alasannya, jaksa belum bisa menghadirkan saksi dalam sidang hari ini. Adapun mereka yang berhalang hadir yakni satu saksi fakta dan empat ahli. Ahli yang dihadirkan mulai dari bidang forensik hingga IT.

"Kami mohon ke yang mulia majelis memberi kesempatan tim jaksa memanggil satu kali lagi. Untuk saat ini belum bisa memanggil saksi atau ahli," ucap jaksa dalam persidangan, Kamis (18/4/2019).

(Baca juga: Sidang Habib Bahar dengan Agenda Menghadirkan Saksi Korban Digelar Tertutup, Ini Alasannya)

Atas pernyataan jaksa, penasihat hukum meminta agar dalam sidang selanjutnya saksi benar-benar bisa dihadirkan.

"Kami berharap di kemudian hari saksi-saksi bisa disiapkan," kata penasihat hukum Habib Bahar bin Smith.

Hakim pun mengambil keputusan untuk menunda persidangan. Sidang akan kembali digelar pekan depan atau tepatnya pada Rabu 24 April 2019.

Habib Bahar bin Smith sendiri didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja bernama Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam al Mudzaqi. Dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar.

(Baca juga: Quick Count Pilpres Jokowi Unggul, Bahar Smith Hanya Lempar Senyuman)

Dalam dakwaan, Habib Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 Ayat 1 dan/atau Pasal 170 Ayat (2) dan/atau Pasal 351 Ayat (1) juncto Pasal 55 KUHP.

Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 Ayat (2) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini