Share

AS Tawarkan Hadiah Rp140 Miliar untuk Buru Pemberi Dana Hizbullah

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 23 April 2019 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 23 18 2046936 as-tawarkan-hadiah-rp140-miliar-untuk-buru-pemberi-dana-hizbullah-T9Uh9tRFDK.jpg Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah uang sampai USD10 juta (sekira Rp140 miliar) untuk informasi terkait tiga orang yang diduga sebagai pemberi dana bagi Hizbullah, organisasi di Lebanon yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Washington.

Departemen Luar Negeri dan Keuangan AS pada Senin memasukkan nama Adham Tabaja, Ali Charara dan Mohamed Bazzi ke dalam daftar orang-orang yang dianggap sebagai pemberi dana Hizbullah. Washington juga mengumumkan hadiah atas informasi terkait ketiga orang yang disebut telah menyebabkan "gangguan kegiatan keuangan yang mendukung organisasi teroris global Hizbullah Lebanon."

Asisten Menteri Luar Negeri AS, Michael Evanoff mengatakan kepada reporter pada Senin bahwa Hizbullah menerima “senjata, pelatihan, pendanaan ”dari Iran hingga USD1 miliar per tahun.

Dia mengklaim Hizbullah menggunakan dana itu untuk "kegiatan yang merusak" seperti mendukung pemerintah di Suriah, pemberontak Houthi di Yaman, dan "operasi pengawasan dan pengumpulan intelijen di AS."

"Jangan salah, pemerintah AS akan menggunakan semua alat yang tersedia untuk mematkan sumber pendapatan Hezbollah," kata Asisten Menteri Keuangan AS, Marshall Billingslea sebagaimana dilansir RT, Selasa (23/4/2019).

AS melabeli Iran sebagai negara sponsor terorisme pada 1984, dan Hizbollah sebagai sebuah organisasi teroris pada 1997. Sebagai bagian dari kampanye sanksi dan tekanan pemerintah Trump yang sedang berlangsung terhadap Teheran, AS juga melabeli Garda revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris awal bulan ini. Tindakan Washington itu dibalas Iran dengan mendeklarasikan Komando Pusat AS sebagai organisasi teroris.

Hadiah untuk informasi terkait Hizbullah itu ditawarkan AS di bawah program "Hadiah untuk Keadilan", yang dimulai pada 1984. Berdasarkan data Departemen Luar Negeri AS, sejauh ini program tersebut telah membayar lebih dari USD150 juta kepada lebih dari 100 orang.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini