Kisah Pilu Pengawas TPS di Pekalongan Harus Kehilangan Bayi Demi Jaga Suara Pemilih

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 14:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 606 2046993 kisah-pilu-pengawas-tps-di-pekalongan-harus-kehilangan-bayi-demi-jaga-suara-pemilih-5FFI2i5XYH.jpg Ilustrasi Perempuan Menjadi Petugas Tempat Pemungutan Suara atau TPS (foto: Okezone)

SEMARANG - Demi mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 yang digelar secara serentak, tak sedikit dari mereka mengalami musibah. Bahkan, ada kisah pilu yang mewarnai perjalanan para pengawas pemilu di Jawa Tengah (Jateng).

Seperti yang dialami Siti Khuzaimah. Perempuan yang menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) 1 Desa Ketandan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan itu harus rela kehilangan bayinya akibat kelelahan saat mengawal proses pemungutan suara, pada Rabu 17 April 2019.

Distribusi Logistik Hasil Pemilu di Kecamatan Menteng

Baca Juga: Petugas KPPS yang Gugur di Banten Bertambah Jadi 7 Orang, 33 Jatuh Sakit 

“Nah, saat mengawal coblosan itu tiba-tiba ia mengalami kontraksi dan air ketubannya pecah. Dia lalu dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani persalinan,” ujar Sumanta saat dihubungi Semarangpos.com.

 

Sumanta mengatakan, dalam proses persalinan itu, Siti berhasil melahirkan bayi perempuan. Sayang, bayi perempuan itu tak mampu bertahan lama karena sehari berselang meninggal dunia.

“Mungkin karena bayinya prematur. Jadi lahir tanggal 17, tanggal 18-nya meninggal ,” ujar Sumanta.

Selain Siti, nasib hampir serupa juga dialami anggota Bawaslu Kabupaten Kudus, Eni Setyaningsih. Namun, Eni belum sempat melahirkan meski air ketubannya telah pecah.

“Saat ini dia masih menjalani opname karena ketuban pecah. Usia kandungan 8 bulan,” ujar mantan Ketua Panwaslu Kota Solo itu.

Sumanta menambahkan, selama masa pemungutan suara setidaknya ada 93 pengawas di Jateng yang mengalami musibah, mulai dari kelelahan, sakit, kecelakaan lalu lintas, hingga meninggal dunia.

Total ada dua PTPS yang meninggal dunia, yakni Muchtarom yang bertugas di TPS 8 Desa Kalisemo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, dan Suroso, yang bertugas di Desa Wironangan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Hingga kini, jajaran pengawas itu ada yang sudah pulih tapi ada pula yang masih dalam proses penyembuhan di rumah sakit.

Intip TPS Unik dengan Petugas KPPS Berpakaian Adat Khas Indonesia

Baca Juga: 2 Petugas Pemilu di Klaten Meninggal Dunia & 1 Orang Keguguran 

“Kami sangat prihatin dan menyampaikan duka sedalam-dalammnya atas musibah yang menimpa para pengawas pemilu. Bawaslu juga mengapresiasi setinggi-tinggi atas kerja keras yang dilakukan jajaran pengawas. Semua tugas, fungsi, dan wewenang sudah dilakukan secara maksimal, itu semua demi menjaga suara pemilih agar pemilih berjalan fair, jujur, dan adil,” ujar Sumanta.

Sumanta mengaku saat ini masih mendata para pengawas Pemilu 2019 yang tertimpa musibah saat menjalankan tugas. Data itu selanjutnya akan diserahkan ke Bawaslu RI untuk mendapatkan santunan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini