Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pilu Pengawas TPS di Pekalongan Harus Kehilangan Bayi Demi Jaga Suara Pemilih

Agregasi Solopos , Jurnalis-Selasa, 23 April 2019 |14:48 WIB
Kisah Pilu Pengawas TPS di Pekalongan Harus Kehilangan Bayi Demi Jaga Suara Pemilih
Ilustrasi Perempuan Menjadi Petugas Tempat Pemungutan Suara atau TPS (foto: Okezone)
A
A
A

Sumanta mengatakan, dalam proses persalinan itu, Siti berhasil melahirkan bayi perempuan. Sayang, bayi perempuan itu tak mampu bertahan lama karena sehari berselang meninggal dunia.

“Mungkin karena bayinya prematur. Jadi lahir tanggal 17, tanggal 18-nya meninggal ,” ujar Sumanta.

Selain Siti, nasib hampir serupa juga dialami anggota Bawaslu Kabupaten Kudus, Eni Setyaningsih. Namun, Eni belum sempat melahirkan meski air ketubannya telah pecah.

“Saat ini dia masih menjalani opname karena ketuban pecah. Usia kandungan 8 bulan,” ujar mantan Ketua Panwaslu Kota Solo itu.

Sumanta menambahkan, selama masa pemungutan suara setidaknya ada 93 pengawas di Jateng yang mengalami musibah, mulai dari kelelahan, sakit, kecelakaan lalu lintas, hingga meninggal dunia.

Total ada dua PTPS yang meninggal dunia, yakni Muchtarom yang bertugas di TPS 8 Desa Kalisemo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, dan Suroso, yang bertugas di Desa Wironangan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement