nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Tahun Tak Muncul, ISIS Rilis Video Terbaru Abu Bakr al Baghdadi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 08:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 30 18 2049685 5-tahun-tak-muncul-isis-rilis-video-terbaru-abu-bakr-al-baghdadi-e8cxlrfUm9.jpg Abu Bakr al Baghdadi (VoA)

KELOMPOK yang menamakan diri ISIS mengeluarkan video seseorang yang mereka katakan sebagai pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi.

Ini adalah penampilannya yang pertama, sejak ia mengumumkan berdirinya kekhalifahan Islam di kota Mosul, Irak, lima tahun lalu.

Dalam video baru ini, Baghdadi mengakui kekalahan di Baghuz, pertahanan terakhir kelompok itu di Suriah Timur. Namun, dia bersumpah untuk membalas dendam atas kekalahannya.

 Baca juga: Serangan di Sri Lanka: Presiden Larang Aksesori Wajah Perempuan Muslim

Tidak jelas kapan video ini direkam. ISIS mengatakan pengambilan gambar dilakukan pada April.

Video tersebut diunggah di jaringan media al-Furqan milik kelompok militan itu.

Apa yang dia katakan?

Baghdadi mengklaim serangan yang terjadi saat Minggu Paskah di Sri Lanka dilakukan sebagai pembalasan atas jatuhnya kota Baghuz di Suriah Timur

Namun, salah satu wartawan luar negeri Mina al-Lami menunjukkan klaim awal ISIS mengenai serangan Sri Lanka tidak merujuk pada kota itu.

 Baca juga: Uskup Agung Kolombo Merasa "Dikhianati": Gereja Katolik di Sri Lanka Batalkan Semua Misa Minggu

Dia juga mengatakan, dirinya mendapat janji setia militan di Burkina Faso dan Mali, dan berbicara tentang aksi di Sudan dan Ajazair -mengklaim bahwa jihad adalah satu-satunya solusi bagi "tirani".

 https://ichef.bbci.co.uk/news/660/cpsprodpb/2778/production/_106640101_300496f7-8b2d-434b-a283-cd2bf06cb852.jpg

Pemimpin negara yang sudah berkuasa dalam waktu lama di kedua negara ini telah digulingkan oleh rakyatnya sendiri bulan ini.

Namun, sosok Baghdadi perlahan menghilang menjelang akhir video, berganti dengan rekaman suaranya yang sedang membahas serangan di Sri Lanka, menunjukkan bahwa bagian ini direkam setelah video utama dibuat.

Baghdadi - seorang warga negara Irak yang memiliki nama asli Ibrahim Awwad Ibrahim al-Badri - terakhir terdengar melalui rekaman suara Agustus silam.

 Baca juga: Keluarga Ungkap Bagaimana Pelaku Bom Sri Lanka yang Lulusan Inggris Menjadi Radikal

Pada saat itu, dia tampaknya berusaha mengalihkan perhatian dari kekalahan yang dialami kelompoknya, kata koresponden BBC Timur Tengah Martin Patience.

Namun, video terbaru berdurasi 18 menit ini membahas kekalahan itu secara langsung.

"Pertempuran untuk Baghuz sudah berakhir," ujarnya, sebelum menambahkan: "Akan ada lebih banyak yang akan datang sertelah pertempuran ini."

Apa yang terjadi dengan 'kekhalifahan'?

Pada puncak kejayaannya, ISIS menguasai lebih dari 88.000 km persegi wilayah yang membentang melintasi perbatasan Irak dan Suriah.

Namun pada 2016 kekuatannya mulai melemah. Tahun berikutnya, dia kehilangan kota Mosul di Irak, dimana Baghdadi dan pengikutnya mendeklarasikan kekhalifahan pada 2014.

Pada Oktober, mereka kehilangan wilayah mereka di Raqqa, Suriah.

Mereka terus kehilangan wilayah sepanjang 2018, yang berujung pada mundurnya kelompok itu di pertahanan terakhirnya di Baghuz.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menyatakan mereka telah mengambil alih kota dan mengumumkan akhir dari "kekhalifahan" yang berumur lima tahun, pada Maret silam.

Siapakah Abu Bakar al-Baghdadi?

Abu Bakr al-Baghdadi lahir pada 1971 di Samarra, Irak.

Sebagai seorang anak, dia disebut gemar membaca Alquran dan hukum agama, bahkan menghukum anggota keluarganya sendiri karena gagal memenuhi standar agama yang ketat.

Tapi selama masa studinya di sekolah pascasarjana, dimana dia menyelesaikan gelar master dan doktoralnya tentang studi Alquran, ia teribat dengan kelompok-kelompok Islam garis keras.

Pada akhir tahun 2000, dia menjadi jihadis Salafi dan terlibat dengan Al-Qaeda di Irak - yang kemudian melahirkan kelompok militan ISIS.

Sejak kemunculannya di depan umum pada tahun 2014, ia tak pernah tampil lagi, hanya ada beberapa laporan kematiannya yang belum dikonfirmasi dan beberapa rekaman suara yang tidak terverifikasi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini