Nomor telepon yang digunakan seolah-olah berasal dari dalam Australia padahal sebenarnya dilakukan dari luar negeri.
"Di tahun 2018, ATO menerima 114.625 laporan mengenai orang yang mengaku dari ATO, dengan kerugian mencapai 2,8 juta dolar Australia (sekitar Rp 28 miliar)," demikian laporan ATO.
Namun penipuan model ATO ini semakin canggih tahun lalu, dengan korban diminta membayar lewat kartu Google Pay dan juga mata uang Bitcoin.
Menurut ATO, tahun lalu korban warga Australia membayar 732.917 dolar Australia lewat Bitcoin, USD647. 817 lewat kartu Google Play dan USD496.701 lewat kartu iTunes.
Baca juga: Remaja Egg Boy Terharu Tindakannya Telah Menyatukan Masyarakat Pasca-Tragedi di Selandia Baru
Peningkatan penipuan asmara dan investasi
Salah satu penipuan yang paling meningkat kejadiannya adalah penipuan berkedok asmara online.