nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permukiman Warga di Aceh Barat Terendam Gelombang Pasang

Antara, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 18:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 04 340 2051522 permukiman-warga-di-aceh-barat-terendam-gelombang-pasang-W7lXP3XVdY.jpeg Gelombang pasang di Aceh Barat. (Foto: Anwar/Antaranews)

MEULABOH – Banjir pasang air laut akibat gelombang tinggi mulai merendam permukiman warga Desa Suak Indra Puri dan Pasir, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Sekretaris Desa Suak Indra Puri, Abdul Kais, mengatakan gelombang pasang yang juga membawa pasir telah menimbun 150 meter badan jalan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat 3 Mei 2019 malam dan menjadi awal puncak fenomena alam pesisir daerah setempat.

"Tadi malam yang luar biasa, empasan gelombang seakan sampai ke rumah, air gelombang memang sudah sampai ke rumah-rumah warga, tapi belum masuk ke dalam. Tapi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi," kata Abdul Kais, di Meulaboh, sebagaimana dilaporkan dari Antaranews, Sabtu (4/5/2019).

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, peristiwa demikian akan bertahan selama 15 hari. Puncak peralihan musim timur ke musim barat atau lebih dikenal warga setempat dengan istilah pasang purnama itu terjadi pada waktu tertentu.

Gelombang tinggi mengempas pantai sampai permukiman warga. Air laut dengan menyeret pasir sampai badan jalan. Sedangkan semua pengaman pantai terbuat dari karung telah tenggelam di bawah tumpukan pasir yang diseret gelombang.

Selain itu, terjadi abrasi di Jalan Diponegoro, penghubung antara Desa Suak Indra Puri dan Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan. Pasang air laut tersebut menimbun badan jalan dengan pasir sehingga sulit dilewati.

"Kami terpaksa membersihkan drainase ini untuk memperlancar air laut mengalir. Kalau pasir yang menimbun badan jalan, kita harapkan ada penanganan dari pihak terkait. Gelombang pasang ini mungkin terjadi sampai pertengahan puasa nanti," kata Abdul Kais.

Ilustrasi banjir. (Foto: Okezone)

Di permukiman desa setempat terdapat 148 kepala keluarga. Sesuai data di lapangan, rumah yang terendam banjir rob sebanyak 10 unit, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bertambah apabila pasang purnama masih terjadi.

Koordinator Tim Recue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Kismar, menyampaikan bahwa dampak dari fenomena alam tersebut terjadi di beberapa lokasi.

"Ini segera ditangani secara darurat setelah kami melaporkan kepada pimpinan dan membicarakan bagaimana proses penanganan yang terbaik, sebab gelombang pasang purnama masih akan terjadi," kata Kismar.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan. Pasir yang dibawa empasan gelombang telah menimbun badan jalan penghubung antardesa sehingga sulit dilewati pengguna jalan.

Di kawasan setempat juga terdapat sekolah menengah atas (SMA). Meskipun hingga saat ini air dari gelombang pasang belum sampai sekolah tersebut, ada kemungkinan bisa merendam pekarangan sekolah seperti beberapa waktu lalu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini