nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekolah Katolik di Sri Lanka Akan Kembali Dibuka untuk Pertama Kali Sejak Pengeboman

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 18:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 18 2053653 sekolah-katolik-di-sri-lanka-akan-kembali-dibuka-untuk-pertama-kali-sejak-pengeboman-jY3GhNf1iJ.jpg Foto: Reuters.

COLOMBO – Gereja Katolik Sri Lanka mengumumkan bahwa mereka akan membuka sekolahnya pekan depan. Dibukanya sekolah itu akan menjadi yang pertama kali sejak peristiwa serangan bom di Hari Paskah yang menewaskan 258 orang.

Kardinal Malcolm Ranjith mengatakan sekolah-sekolah itu akan dibuka pada Selasa setelah ditutup karena kekhawatiran akan terjadinya kembali serangan 21 April yang menghancurkan tiga gereja dan tiga hotel mewah di Colombo.

"Kami telah memutuskan untuk membuka semua sekolah Katolik pada 14 Mei," kata Kardinal Ranjith kepada wartawan di Kolombo setelah pertemuan antara 12 uskup negara itu dan Presiden Maithripala Sirisena di Kolombo pada Kamis.

Semua sekolah yang dikelola pemerintah, yang jumlah totalnya lebih dari 10.000, telah memulai kembali kelas pada Senin setelah polisi dan pasukan keamanan mengerahkan penjaga bersenjata.

Namun tingkat kehadirannya rendah meskipun ada serangkaian langkah-langkah keamanan baru, termasuk pembatasan parkir di dekat sekolah. Demikian diwartakan AFP, Kamis (9/5/2019).

Kardinal Ranjith juga mengatakan, kebaktian Minggu reguler akan dilanjutkan di semua gereja Katolik di Kolombo mulai Minggu, sementara kebaktian khusus akan diadakan Kamis depan di Negombo, sebalah utara ibu kota.

Gereja St Sebastian di Negombo di mana lebih dari 100 orang tewas akan mengadakan misa terbuka Kamis malam depan, untuk pertama kalinya sejak serangan itu, kata Kardinal Ranjith.

Pemerintah menyalahkan kelompok lokal, Jamaah Thowheeth Nasional (NTJ), atas pengeboman yang juga melukai hampir 500 orang.

Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab dan para pengebom memfilmkan diri mereka sendiri membuat sumpah setia kepada kelompok itu sebelum serangan.

Presiden Sirisena telah berjanji untuk menghancurkan para militan dan memulihkan keadaan normal di Sri Lanka.

"Serangan untuk menghancurkan ekstrimis Islam berhasil bergerak maju," kantor Presiden Sirisena mengutipnya pada Rabu. "Operasi itu akan bergerak ke kesimpulan logisnya dengan menghancurkan para teroris."

Polisi Sri Lanka mengatakan mereka telah membunuh atau menangkap semua yang bertanggung jawab atas pengeboman itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini