COLOMBO – Gereja Katolik Sri Lanka mengumumkan bahwa mereka akan membuka sekolahnya pekan depan. Dibukanya sekolah itu akan menjadi yang pertama kali sejak peristiwa serangan bom di Hari Paskah yang menewaskan 258 orang.
Kardinal Malcolm Ranjith mengatakan sekolah-sekolah itu akan dibuka pada Selasa setelah ditutup karena kekhawatiran akan terjadinya kembali serangan 21 April yang menghancurkan tiga gereja dan tiga hotel mewah di Colombo.
"Kami telah memutuskan untuk membuka semua sekolah Katolik pada 14 Mei," kata Kardinal Ranjith kepada wartawan di Kolombo setelah pertemuan antara 12 uskup negara itu dan Presiden Maithripala Sirisena di Kolombo pada Kamis.
Semua sekolah yang dikelola pemerintah, yang jumlah totalnya lebih dari 10.000, telah memulai kembali kelas pada Senin setelah polisi dan pasukan keamanan mengerahkan penjaga bersenjata.
Namun tingkat kehadirannya rendah meskipun ada serangkaian langkah-langkah keamanan baru, termasuk pembatasan parkir di dekat sekolah. Demikian diwartakan AFP, Kamis (9/5/2019).
Kardinal Ranjith juga mengatakan, kebaktian Minggu reguler akan dilanjutkan di semua gereja Katolik di Kolombo mulai Minggu, sementara kebaktian khusus akan diadakan Kamis depan di Negombo, sebalah utara ibu kota.
Gereja St Sebastian di Negombo di mana lebih dari 100 orang tewas akan mengadakan misa terbuka Kamis malam depan, untuk pertama kalinya sejak serangan itu, kata Kardinal Ranjith.