Pemerintah menyalahkan kelompok lokal, Jamaah Thowheeth Nasional (NTJ), atas pengeboman yang juga melukai hampir 500 orang.
Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab dan para pengebom memfilmkan diri mereka sendiri membuat sumpah setia kepada kelompok itu sebelum serangan.
Presiden Sirisena telah berjanji untuk menghancurkan para militan dan memulihkan keadaan normal di Sri Lanka.
"Serangan untuk menghancurkan ekstrimis Islam berhasil bergerak maju," kantor Presiden Sirisena mengutipnya pada Rabu. "Operasi itu akan bergerak ke kesimpulan logisnya dengan menghancurkan para teroris."
Polisi Sri Lanka mengatakan mereka telah membunuh atau menangkap semua yang bertanggung jawab atas pengeboman itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.