nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabur saat Kerusuhan, 115 Napi Rutan Siak Diamankan

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 21:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 11 340 2054496 kabur-saat-kerusuhan-115-napi-rutan-siak-diamankan-PZVZ6XTx54.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Ratusan napi kabur saat terjadi kerusuhan yang berujung pembakaran di Rutan Siak, Riau, Sabtu (11/5/2019) dinihari. Sejauh ini napi yang telah diamankan baru sebanyak 115 orang.

"Rutan berisi 648 (napi), yang ada di dalam (tidak kabur) sebanyak 495. Yang sudah ketangkap dan sedang diamankan di Polres Siak 115 dan yang belum ketangkap 38 orang," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Kemenkumham Bambang Wiyono, Sabtu (11/5/2019).

Mantan Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Kantor Wilayah (Kanwil) Banten ini menegaskan, kondisi sudah terkendali dan tidak ada korban jiwa. "Yang kebakar itu gedung kantor, musala, dan aula," sebut Bambang.

Terkait dengan penyebab kerusuhan yang dipicu oleh perilaku sipir yang menganiaya tahanan, pihaknya tentu bakal memberikan sanksi tegas. Namun dia belum bisa memastikan bentuk sanksiyang akan dihadapi oleh sipir. Biasanya terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para petugas, dilakukan pembinaan lebih lanjut.

"Saya belum dapat berita tentang itu (sanksi). Biasanya ada tim pemeriksa kanwil atau inspektorat jenderal untuk melakukan pemeriksaan terhadap permasalhan dimaksud. Baru setelah itu mengambil keputusan sanksi apa yang akan dijatuhkan," pungkasnya.

 ss.

Direktur Keamanan dan Ketertiban, Ditjenpas, Kemenkumham, Lilik Sujandi, sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap peristiwa kerusuhan yang berakhir pembakaran Rutan Kelas II Siak, Riau, dini hari tadi. Adapun kerusukan dipicu penemuan narkoba di blok hunian tahanan oleh petugas.

“Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau, dan kepolisian setempat,” ungkapnya.

Lilik menegaskan bahwa jajaran Pemasyarakatan terus berpacu dan serius melakukan pemberantasan narkoba, walaupun pasti ada risiko perlawanan dari mereka yang merasa terusik “kenyamannannya”.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini