nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkunci di Mobil Tetangga, Remaja Berkebutuhan Khusus Ditemukan Meninggal

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 02:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 12 340 2054572 terkunci-di-mobil-tetangga-remaja-berkebutuhan-khusus-ditemukan-meninggal-pBdu7xflju.jpg Ilustrasi jenazah. (Foto: Shutterstock)

KOTAWARINGIN BARAT – Seorang remaja berkebutuhan khusus meninggal dunia kehabisan oksigen setelah terkunci di mobil tetangganya selama 2,5 jam pada Sabtu 11 Mei 2019 malam. Korban adalah Adi Wiranto alias Abul (19), warga Gang Haji Sabil, RT 03, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kejadiannya berawal ketika Abul tidak kunjung pulang ke rumah pada Sabtu sore. Sang ibu, Bastiah, bersama kakak perempuannya mencari keberadaan Abul.

"Memang karena anaknya keterbelakangan mental, ya sudah biasa main ke mana-mana. Kadang nongkrong di Depo Pertamina yang jaraknya tak jauh dari rumah. Abul ini tinggal bersama ibu dan kakak perempuaan saja. Ayahnya di Jawa karena sudah pisah," ujar salah satu tetangga korban bernama Nuryanto.

Ia melanjutkan, pada Sabtu 11 Mei, sekira pukul 15.00 WIB, Abul masih bermain bendera di sekitar rumah.

"Baru sekitar 16.00 WIB, bermain entah ke mana. Ibu dan kakak Abul mulai mencari pukul 17.00 WIB, dibantu para tetangga. Dicari ke Depo Pertamina dan lokasi lainnya yang biasa dikunjungi Abul, tapi hasilnya nihil. Kemudian kita pulang dulu ke rumah untuk berbuka puasa," ujar Nuryanto.

Baru, lanjut dia, setelah berbuka puasa, kemudian pihak keluarga dan para tetangga kembali mencari ke rumah-rumah warga sekitar.

"Saat pihak keluarga dan warga mencari keberadaan Abul dan menuju rumah Pak Musawer, warga Jalan Swadaya, RT 03, sekitar pukul 18.30 WIB, yang jaraknya dari rumah korban sekitar 100 meter, ditemukan sandal Abul di dekat mobil Honda Jazz merah B-1644-UFQ. Setelah dibuka mobilnya, ternyata korban sudah dalam kondisi lemas dan masih hidup. Kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Kumai. Namun, tak berapa lama dinyatakan meninggal."

(Foto: Sigit Dzakwan/Okezone)

Sementara Kepala Desa Sungai Kapitan M Mulkan mengatakan dirinya mendapat informasi saat korban sudah ditemukan di dalam mobil milik anak dari Musawer yakni M Asary yang bekerja di Jakarta.

"Kondisi mobil terparkir di garasi yang terbuka di samping rumah. Memang hampir setiap hari Abul ini mampir ke rumah Pak Musawer untuk meminta uang atau sekadar bermain di sekitar rumah Pak Musawer. Saat masuk rumah pun tak ada yang mengetahui, karena memang pintu pagar rumah tak pernah ditutup. Ya ini musibah. Tidak ada yang disalahkan," ujar Mulkan.

Meski musibah, lanjut Mulkan, dirinya sudah mempertemukan pihak keluarga korban dengan Musawer. "Namanya kejadian di rumah Pak Musawer, meski Beliau tidak tahu apa-apa, tetap saya pertemukan biar tidak terjadi salah paham. Hasilnya baik dan pihak keluarga korban ikhlas atas kejadian ini," ucap Mulkan.

Rencananya jenazah korban dimakamkan pada Minggu 12 Mei 2019, sekira pukul 07.00 WIB, di tempat pemakaman umum sekitar Desa Sungai Kapitan.

"Besok pagi akan dikuburkan jenazah Abul. Semua warga di sini merasa kehilangan atas meninggalnya Abul karena memang anaknya suka main ke mana-mana," ungkap Mulkan.

Sementara M Asary yang dihubungi melalui sambungan telepon oleh MNC Media mengatakan kaget saat dikabari sang ayah bahwa Abul terkunci di mobil miliknya.

"Saya kan kerja di Jakarta. Kalau saya tidak pulang ke rumah ya mobil hanya terparkir di garasi samping rumah yang terbuka. Memang pintu mobil belakang sebelah kanan meski dikunci pakai remote tak mau terkunci. Mungkin Abul ini masuk ke mobil saya lewat pintu itu dan tak bisa keluar. Ini musibah," ujar Asary.

Sementara dalam kasus ini pihak Polsek Kumai sudah mulai melakukan penyelidikan dengan mencari keterangan pihak keluarga Abul, para tetangga yang menemukan Abul, dan pihak Pak Musawer. Polisi masih belum bisa menyimpulkan atas kasus ini.

"Anggota masih berada di TKP untuk mencari data dan memeriksa para saksi," ujar Kapolsek Kumai Agus Priyo Wibowo.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini