Gagal di Pemilu, Belasan Caleg dari Berbagai Daerah Masuk Rumah Sakit Jiwa

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 09:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 15 606 2055847 gagal-di-pemilu-belasan-caleg-dari-berbagai-daerah-masuk-rumah-sakit-jiwa-XKdgMzQ3DT.jpg RSKJ H Supono Mustajab menangani belasan caleg yang gagal di pemilu. (Foto: Toto R/KRjogja).

PURBALINGGA - Sedikitnya 12 calon anggota legislatif (caleg) dan 5 anggota tim sukses mengalami gangguan kejiwaan dan kini dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) H Mustajab, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar Purbalingga. Belasan caleg dan tim sukses itu mengalami depresi setelah dipastikan gagal dalam kontestasi Pemilu 2019.

"Totalnya 17 orang. Terdiri dari 9 orang perempuan dan 8 laki-laki. Tapi sudah ada yang pulang, sekarang masih ada 8 orang. Rata-rata dirawat hanya seminggu di sini," tutur pimpinan sekaligus pemilik RSKJ H Mustajab, Supono Mustajab, Selasa (14/5/2019) sore.

Pasien korban kegagalan pemilu itu, lanjut Supono berasal dari beberapa provinsi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Usia para 'caleg depresi' itu kebanyakan masih muda.

"Belum cukup tangguh mentalnya untuk menghadapi kegagalan," ujar mantan anggota DPRD Purbalingga itu.

(Baca juga: Mengenal Terapi untuk Pulihkan Mental Caleg Stres)

Selain caleg yang dirawat inap, tidak sedikit 'caleg depresi' yang sempat datang sekadar minta air yang telah didoakan. Menurut Supono, caleg yang sebagian datang dari daerah pantura itu lebih tangguh mentalnya sehingga tidak perlu dirawat inap.

"Hanya ngungun (menyesal). Sudah keluar uang banyak tapi kalah di pemilu," ujarnya.

Di RSKJ H Supono Mustajab, pasien mendapatkan penanganan berbeda dari pasien umum. Penanganan terhadap 'caleg depresi' menggunakan tiga metode.

Yakni metode ilmiah secara medis dan dokter. Metode alamiah dengan makanan yang seimbang. Dan metode pendekatan Ilahiah dengan melibatkan pasien pada kegiatan salat berjamaah, baca Alquran dan tausiah keagamaan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini