Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sang Kakak Meneteskan Air Mata saat Pemindahan Eks Kasatreskrim Wonogiri ke Singapura

Agregasi Solopos , Jurnalis-Jum'at, 17 Mei 2019 |13:04 WIB
Sang Kakak Meneteskan Air Mata saat Pemindahan Eks Kasatreskrim Wonogiri ke Singapura
Pemindahan Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani dari RS dr Oen Solo ke Singapore General Hospital (SGH), Singapura, dengan Penjagaan Ketat Polisi (foto: Indah Septyaning W/Solopos)
A
A
A

Selama proses pemindahan dikawal ketat delapan anggota Propam Polres Wonogiri. Bahkan awak media yang mencoba mengambil gambar dilarang petugas. Pemindahan Aditia ke Singapura merupakan keputusan keluarga yang sebelumnya sempat dibatalkan.

Meski kondisi Aditia masih kritis dan belum sadarkan diri, keluarga tetap memindahkan Aditia ke RS di Singapura. "Pemindahan ke RS di Singapura merupakan permintaan keluarga. Kondisi pasien hasil pengecekan terbaru masih berstatus Glasgow Coma Scale [GCS] 4," kata Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jawa Tengah dr. Tri Yuwono Putra.

Polri mendukung permintaan keluarga Aditia. Proses pemindahan pasien dilakukan secara hati-hati. Aditia Mulya Ramdhani menjadi korban pengeroyokan saat menghalau kelompok massa perguruan pencak silat di Sidoharjo, Wonogiri.

Teman dan kerabat menjenguk Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani yang dirawat di RS dr. Oen Solo Baru, Sukoharjo (Solopos /Indah Septiyaning W)	 

Hingga hari kedelapan dirawat di ICU RS dr. Oen Solo Baru, Aditia masih kritis. Dokter ICU RS dr Oen Solo Baru, dr Debora Marga Pangestika, mengatakan Aditia sudah tidak lagi menjadi pasien RS dr. Oen Solo Baru setelah keluarga memindahkan ke RS di Singapura.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement