nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Kasatreskim Polres Wonogiri Dikenal Ramah dan Selalu Ucapkan Salam

Agregasi Solopos, Jurnalis · Sabtu 18 Mei 2019 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 18 512 2057358 eks-kasatreskim-polres-wonogiri-dikenal-ramah-dan-selalu-ucapkan-salam-2g0Pm0NKMc.jpg AKP Aditia Mulya Ramdhani (foto: Istimewa)

WONOGIRI - AKP Aditia Mulya Ramdhani seharusnya kini menjabat Kapolsek Semarang Tengah menggantikan AKP Purbo Ajar Waskito yang kini menjabat Kasat Reskrim Polres Wonogiri, posisi yang sempat dijabat Aditia. Upacara serah terima jabatan keduanya ditunda karena Aditia menjadi korban pengeroyokan saat bertugas pengamanan konvoi massa di Sidoharjo, Rabu 8 Mei 2019 lalu.

Kondisinya masih koma dan sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru, Sukoharjo. Pada Kamis (16/5/2019), Aditia diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital (SGH).

Baca Juga: Sang Kakak Meneteskan Air Mata saat Pemindahan Eks Kasatreskrim Wonogiri ke Singapura 

Keberadaan Aditia memiliki kesan tersendiri salah satunya dialami Paur Subbag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono. Sejak dirawat di RS Dr. Oen Solo Baru, Iwan mengaku berulang kali bermimpi bertemu dengannya. Mimpi kali terakhir terjadi pada Kamis malam seusai Aditia diterbangkan ke Singapura.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani. (foto: Solopos)	 

Dalam mimpinya itu, Iwan bertemu Aditia di sebuah lokasi. Iwan kaget karena setahu dia Aditia sedang dirawat di Singapura. Iwan merasa sangat senang kawannya sudah sembuh total.

“Kok di sini, Ndan (komandan)? Bukannya lagi di Singapura?” sapa Iwan dalam mimpinya itu.

Namun, Aditia hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah kata pun. “Dalam mimpi itu saya senang sekali Pak Adit sudah sembuh. Saya selalu mendoakan beliau agar lekas sembuh dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga dan kami di sini,” kata Iwan, ditemui Solopos di kantornya, Jumat 17 Mei 2019.

Aditia, pria kelahiran Bandung, 2 Januari 1984, itu dikenal sosok yang ramah. Dalam setiap teleponnya ia tak pernah absen mengucapkan “Assalamu’alaikum” kepada setiap lawan bicara.

Orangnya santun, bicaranya lembut dan tak pernah kasar. Mantan Kapolsek Pasar Kliwon, Polresta Solo, itu tak pernah meremehkan semua anggota yang berpangkat di bawahnya.

“Dia tidak pernah sungkan datang sendiri ketemu saya di Humas buat koordinasi tentang rencana konferensi pers pengungkapan kasus dan lainnya,” tutur Iwan, wajahnya menerawang ke langit-langit.

Informasi yang dihimpun Espos, AKP Aditia merupakan alumnus Akademi Kepolisian 2006. Ia melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus 2012. Kariernya di kepolisian dimulai sebagai perwira pertama (Pama) Polres Ketapang, Polda Kalbar, pada 2007. Lalu, sempat menjabat Kanit Narkoba Polres Ketapang.

Bapak tiga anak itu pernah juga menjabat sebagai Kasatlantas Polres Purworejo Polda Jateng pada 2015. Lalu, menjabat Kasatlantas Polres Kebumen pada tahun yang sama.

Baca Juga: Polda Jateng Siapkan Pesawat Khusus untuk Pindahkan Kasatreskrim Wonogiri ke Singapura 

Pemindahan mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani ke Singapore General Hospital (SGH) dijaga ketat aparat kepolisian, (foto: Solopos/Indah Septiyaning W.)

Pada Agustus 2017, Aditia menjabat Kapolsek Pasar Kliwon Polresta Surakarta sebelum akhirnya menjabat Kasat Reskrim Polres Wonoggiri pada Oktober 2018.

Ia memiliki seorang istri bernama Dewi Setiyowati dan dikaruniai tiga anak, yakni Junot Arthaf (10), Calista Zora (9), dan Bianca Indira (4).

“Saya berharap para pelaku yang terlibat pengeroyokan Pak Adit segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pendekar sejati adalah mereka yang mau mengakui kesalahannya bukan terus bersembunyi,” ujar Iwan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini