"Untuk kegiatan tanggal 22 sendiri kami mengajak, melibatkan 42 puskesmas kecamatan, 32 RSUD, dan ambulance gawat darurat, ada juga 10 RS swasta yang kami libatkan," imbuhnya.
Adapun, 10 RS swasta yang juga disiapkan untuk menerima rujukan pasien korban aksi 22 Mei 2019 yakni, RSCM, RS MMC, RS Abdi Waluyo, RSUD Tarakan, RS Agung, RS Jantung Harapan Kita, RSU Bunda, RSU YPK Mandiri, RS Budi Kemuliaan, RS Jakarta, dan RS Pelni.
Baca juga: Polda Kaltim: Tidak Ada Gerakan Massa ke Jakarta untuk People Power
"Jadi apabila ada peserta yang mengalami cedera akibat terdampak langsung dari kegiatan pengumpulan massa di wilayah DKI Jakarta, maka sumber pembiayaan kesehatan akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta," ungkap Widyastuti.
"Gangguan kesehatan pada pasien yang tidak terdampak langsung, skema pembiayaannya melalui BPJS, apabila BPJS tidak menanggung, maka lewat dana APBD," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.