Pengakuan dua pihak saat diperiksa oleh Inspektorat hanya sebatas bicara dan yang dibicarakan seputar pekerjaan.
"Namun yang menjadi persoalan tersebut seolah ada indikasi amoral lantaran eselon II dan pegawai Desa kami berbicara hanya berdua di dalam mobil," jelas Asep.
Memang dari dulu sejak eselon II tersebut jadi Camat Cimerak sudah saling kenal dengan pegawai di Desa Kertamukti dan sepengetahuan Asep tidak terlihat ada hubungan asmara.
(Baca Juga: Ustaz Muda di Pangandaran Siap Tampung Caleg Stres)
"Kalau saja ketahuan ada hubungan asmara yang terlarang mungkin sudah saya pecat dari dulu pegawai di Desa saya itu," tegas Asep.
Menyikapi rumor yang berkembang tentang inova bergoyang, Asep optimis pegawainya tidak melakukan hal di luar etika agama dan norma karena yang bersangkutan termasuk orang yang baik di mata masyarakat.